Kamis, 8 Oktober 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Wanying Zhang Dinilai FBI Berisiko Kabur Jika Dibebaskan

Wanying Zhang Dinilai FBI Berisiko Kabur Jika Dibebaskan
Wanying Zhang Dinilai FBI Berisiko Kabur Jika Dibebaskan

LOS ANGELES — Wanying Zhang, perempuan yang dituduh menjadi agen China, dinilai FBI berisiko kabur jika dibebaskan setelah sidang penahanan pada Rabu. Zhang ditangkap saat hendak naik pesawat menuju Shanghai dari Bandara Internasional Los Angeles pada Minggu, menurut laporan CBS News.

Kekhawatiran itu dapat memengaruhi keputusan pengadilan apakah Zhang tetap ditahan selama proses perkara federal. Ia kini berada dalam tahanan U.S. Marshals di Los Angeles dan menghadapi tuduhan mengawasi putra presiden Taiwan di Washington tahun lalu atas arahan pejabat pemerintah China.

Sejumlah sumber penegak hukum yang dikutip CBS News mengatakan penyidik menilai Zhang memiliki sejumlah ikatan dengan China. Sumber-sumber itu berbicara tanpa disebutkan namanya karena tidak berwenang menyampaikan keterangan secara resmi.

FBI soroti paspor dan keluarga di China

Menurut para penyidik, Zhang memiliki bisnis di China dan rutin menerima setoran ke rekening bank di negara itu. Orang tua, saudara laki-laki, dan saudara perempuannya juga tinggal di sana, berdasarkan informasi yang disampaikan sumber kepada CBS News.

Seorang sumber penegak hukum mengatakan Zhang juga memiliki paspor China yang tidak ditemukan saat FBI menggeledah rumahnya. Rincian mengenai paspor itu menjadi bagian dari alasan kekhawatiran FBI terhadap kemungkinan Zhang meninggalkan Amerika Serikat jika dibebaskan.

Zhang, seorang agen real estat berusia 34 tahun dari Orange County, menjalani sidang singkat pada Senin dengan didampingi pembela umum. Hakim memintanya mendapatkan pengacara pribadi sebelum sidang penahanan yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu sore.

Suaminya, Edric Ding, yang bekerja sebagai agen real estat di kantor yang sama di Irvine, hadir di persidangan bersama saudara perempuannya yang berprofesi sebagai pengacara. Ding mengatakan kepada CBS News pada Minggu, “Saya belum tahu apa-apa.” Ia menolak berkomentar lebih lanjut pada Senin di pengadilan federal.

Suami dan saudara perempuan Zhang tidak memberikan komentar kepada CBS News. Artikel itu menyebut informasi terkait dugaan risiko kabur berasal dari sumber penegak hukum anonim, bukan pernyataan resmi FBI yang disampaikan terbuka.

Perkara terkait dugaan pengawasan

Pengaduan pidana terhadap Zhang menyebut ia menghadiri University of International Relations di Beijing antara 2010 dan 2014. Universitas itu dikelola Kementerian Keamanan Negara China, badan intelijen negara tersebut.

Dalam pernyataan tertulis yang disertakan pada pengaduan, agen kontraintelijen FBI Kevin Holt menulis bahwa kementerian itu “merekrut secara besar-besaran” dari universitas tersebut. Dua sumber penegak hukum mengatakan kepada CBS News bahwa Zhang termasuk mahasiswa berprestasi di kelasnya.

Halaman Facebook Zhang juga menunjukkan ia berteman dengan delapan orang yang merupakan staf atau mahasiswa universitas itu, baik saat ini maupun sebelumnya.

Pengaduan pidana juga menuduh Zhang mengawasi putra presiden Taiwan di Washington pada tahun lalu atas arahan pejabat pemerintah China. Tuduhan itu masih merupakan klaim dalam proses hukum; bahan yang dilaporkan CBS News tidak menyebut adanya putusan pengadilan atas perkara tersebut.

Dalam laporan terpisah pada Selasa, CBS News mengungkap hubungan Zhang dengan All American Chinese Association (AACA), kelompok advokasi warga Tionghoa-Amerika yang menurut laporan itu memiliki hubungan erat dengan pemerintah China.

Zhang bepergian ke San Francisco bersama organisasi tersebut untuk merayakan kunjungan Presiden China Xi Jinping pada 2023. Aktivis pro-China kemudian menyerang demonstran pro-demokrasi di luar hotel tempat Xi menginap. CBS News menyatakan tidak ada bukti Zhang terlibat dalam kekerasan itu.

Sebuah foto memperlihatkan Zhang berdiri di belakang spanduk AACA bersama pemimpin kelompok itu, Edward Cai. Cai sebelumnya pernah menjadi wakil presiden sebuah organisasi yang sangat dekat dengan pemerintah China hingga diwajibkan mendaftar berdasarkan Foreign Agents Registration Act (FARA).

Aturan FARA mewajibkan agen pemerintah asing memberi tahu Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengenai status mereka serta kegiatan lobi, upaya memengaruhi, atau aktivitas lain di negara itu. Cai dan AACA tidak menanggapi permintaan komentar CBS News.

Sidang penahanan Zhang dijadwalkan berlangsung pada Rabu sore. Pengadilan akan mempertimbangkan status penahanannya, sementara FBI menyoroti dugaan akses perjalanan, rekening di China, dan keluarga Zhang yang tinggal di sana.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda