JAKARTA — Saham FedEx menjadi pilihan Jim Cramer saat ia mulai menempatkan sebagian dana tunainya ke perusahaan di luar sektor teknologi. Cramer membeli 20 saham FedEx dengan harga sekitar US$289 per saham, menjelang musim pengiriman liburan dan sejumlah katalis yang dapat memengaruhi harga saham serta biaya logistik.
Transaksi itu membuat portofolio Charitable Trust milik Cramer memegang 410 saham FedEx. Bobot perusahaan dalam portofolio naik menjadi sekitar 2,98 persen dari sebelumnya 2,84 persen, menurut laporan CNBC Investing Club.
Keputusan tersebut bukan berarti Cramer menghabiskan seluruh dana tunai sekaligus. Ia mengatakan pendekatannya tetap selektif, meski pasar berpotensi bergerak bergejolak menjelang pemilu paruh waktu di Amerika Serikat.
Saham FedEx dibeli saat harganya melemah
Cramer terakhir kali membeli saham FedEx di kisaran US$297. Setelah itu, harga saham turun dan sempat mencapai titik terendah US$280 berdasarkan harga penutupan, sebelum sedikit pulih. Selama dua pekan terakhir, sahamnya bergerak konsolidatif di sekitar level saat ini.
CNBC Investing Club menyebut tekanan pada saham FedEx terkait inflasi dan kenaikan harga minyak. Cramer menilai pelemahan tersebut membuka peluang untuk menambah kepemilikan, karena harga saham masih berada di bawah biaya pembelian sebelumnya.
Langkah ini juga mencerminkan upaya mencari peluang di luar saham teknologi. Menurut laporan yang dikutip CNBC, reli pasar mulai meluas ke sektor dan industri lain setelah sebagian besar saham yang bukan bagian dari pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan tertinggal dalam beberapa pekan terakhir.
Laporan Financial Times pada Kamis menyebut laju pendapatan OpenAI mungkin mendekati US$50 miliar, sekitar US$20 miliar lebih rendah daripada perkiraan sebelumnya. Kabar itu dapat mendorong sebagian investor mengambil keuntungan dari saham teknologi dan mengalihkan dana ke saham nonteknologi yang dinilai lebih murah.
Harga minyak dan musim pengiriman jadi katalis
Bagi FedEx, perubahan harga minyak punya dampak langsung pada ongkos operasional dan permintaan pengiriman. Perusahaan dapat melindungi laba melalui biaya tambahan bahan bakar, tetapi ongkos pengiriman yang lebih tinggi tetap berisiko menekan permintaan dari pelanggan.
Itulah taruhan di balik pembelian Cramer. Ia mengantisipasi saham dapat bergerak naik jika harga minyak kembali turun, serta ingin memiliki saham sebelum musim pengiriman liburan yang penting bagi bisnis perusahaan. CNBC Investing Club juga menyatakan keyakinan bahwa FedEx akan mengungguli pesaing utamanya, UPS. Itu merupakan pandangan klub investasi tersebut, bukan kepastian hasil bisnis.
Dampaknya bagi investor lebih luas: perubahan biaya energi dapat memengaruhi perusahaan logistik sekaligus harga layanan yang dibayar pengirim barang.
Jika bahan bakar mahal bertahan, FedEx mungkin meneruskan sebagian biaya melalui surcharge, tetapi kenaikan ongkos berpotensi membuat sebagian pelanggan mengurangi atau menunda pengiriman.
Sebaliknya, penurunan harga minyak dapat memperbaiki sentimen terhadap saham sebelum perusahaan melaporkan perkembangan bisnis musimannya.
Cramer juga menyebut perkembangan geopolitik sebagai pemicu yang bisa mengubah ekspektasi energi. Investor, menurut CNBC Investing Club, akan mencermati kemungkinan berakhirnya perang di Iran dan dibukanya kembali Selat Hormuz, karena kedua perkembangan itu dapat tercermin dalam harga energi.
Dalam pertemuan pagi yang dikutip CNBC, Cramer mengatakan timnya tidak ingin memasukkan seluruh dana tunai ke pasar secepat mungkin. Mereka memilih saham secara bertahap karena gejolak masih mungkin terjadi, tetapi juga tidak ingin melewatkan perusahaan yang dinilai bagus pada harga yang masuk akal.
Pembelian FedEx ini merupakan transaksi kedua klub pada hari itu, setelah pembelian Kimberly-Clark pada Kamis pagi. CNBC juga menyatakan Charitable Trust memiliki posisi panjang di FDX. Informasi Investing Club tunduk pada ketentuan dan penafian CNBC, serta tidak menjanjikan hasil atau keuntungan tertentu.
“Kami tidak bisa menentukan waktu pasar dengan sempurna,” kata Cramer dalam penjelasan yang dikutip CNBC Investing Club.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.