HALMAHERA TENGAH — Hilirisasi nikel di Maluku Utara membawa komitmen investasi USD 10,2 miliar atau sekitar Rp 180 triliun, dengan dampak langsung pada pengembangan industri dan penyerapan tenaga kerja di kawasan IWIP. Presiden Prabowo Subianto meresmikan ekspor perdana baterai kendaraan listrik sekaligus memimpin peletakan batu pertama proyek baru di kawasan itu, Kamis (8/10).
Agenda di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, juga mencakup pengoperasian komersial empat proyek industri dan dimulainya pembangunan tujuh proyek baru. Pemerintah menyebut proyek-proyek tersebut sebagai bagian dari upaya mengolah hasil tambang menjadi produk industri bernilai tambah di dalam negeri.
Ekspor baterai dan proyek baru di IWIP
Prabowo tiba sekitar pukul 14.28 WIT dengan mengenakan kemeja safari cokelat. Ia didampingi Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi Rosan Roeslani, serta Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.
Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden berangkat ke Halmahera Tengah untuk meluncurkan program hilirisasi tersebut. Teddy menjelaskan, rangkaian acara mencakup ekspor perdana baterai kendaraan listrik, pengoperasian komersial empat proyek, dan pembangunan tujuh proyek baru di IWIP.
“Presiden akan meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik, meresmikan pengoperasian komersial 4 proyek industri, serta memulai pembangunan 7 proyek industri baru di kawasan IWIP,” kata Teddy.
Prabowo menyampaikan bahwa ekspor baterai menjadi tanda strategi hilirisasi berjalan sesuai arah pemerintah. “Ini adalah bukti nyata bahwa strategi hilirisasi kita benar, dan akan kita teruskan dengan sebaik-baiknya,” ujar Presiden.
Nilainya besar. Menurut Prabowo, investasi yang sudah terealisasi di IWIP mencapai sekitar USD 20 miliar, dengan rencana pengembangan tambahan USD 7 miliar. Dengan demikian, komitmen investasi kawasan itu mencapai USD 27 miliar. Penyerapan tenaga kerja di IWIP, kata dia, sudah lebih dari 100 ribu orang.
Investasi dan dampaknya bagi Maluku Utara
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyebut investasi nasional pada semester I 2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun. Angka itu tumbuh 7,2 persen dan menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja. Rosan juga mengatakan kontribusi hilirisasi terhadap total investasi meningkat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.