Jumat, 9 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

SQLDoom Jalankan Doom dari Basis Data, Capai 35 FPS

SQLDoom Jalankan Doom dari Basis Data, Capai 35 FPS
SQLDoom Jalankan Doom dari Basis Data, Capai 35 FPS

JAKARTA — SQLDoom memungkinkan permainan Doom berjalan sepenuhnya di dalam basis data, sebuah eksperimen yang menunjukkan bahwa kueri SQL dapat menangani logika sekaligus gambar permainan. Proyek pengembang Lukas Vogel ini menghasilkan 35 bingkai per detik dalam warna penuh pada resolusi 640×480, sementara skrip Python ringan mengurus waktu, masukan pemain, dan keluaran tampilan.

Dampaknya bukan sekadar Doom mendapat tempat baru untuk dijalankan. Eksperimen ini menguji batas peran basis data: CedarDB menyimpan geometri level dan keadaan permainan, sedangkan kueri SQL menjalankan proses inti yang biasanya ditangani mesin permainan.

SQLDoom mengubah cara Doom dirender

Vogel membangun SQLDoom setelah percobaan sebelumnya, DoomQL, belum memenuhi ambisinya. Proyek yang diluncurkan tahun lalu itu menggunakan teknik raycasting dan karakter teks abu-abu. Hasilnya lebih menyerupai Wolfenstein 3D daripada Doom.

Raycasting DoomQL melewati penelusuran BSP-tree, bagian yang membantu membedakan pendekatan rendering Doom. Vogel lalu mengembangkan versi baru dengan batasan yang lebih ketat: sistem rendering dan putaran permainan harus berjalan melalui SQL. Keluaran pun dibatasi pada tabel warna yang tepat atau bitmap.

“Merender Doom di dalam basis data jelas merupakan ide yang buruk,” kata Vogel dalam tulisan blog tentang proyek tersebut. Namun, tantangan teknisnya justru menjadi inti eksperimen. Ia harus membangun ulang bagian penting dari proses rendering Doom memakai operasi basis data, bukan kode mesin permainan konvensional.

Geometri level relatif mudah ditangani. Saat peta dimuat, sistem menghitung kunci pengurutan. Satu klausa pengurutan kemudian dapat menentukan bagian dinding yang digambar.

Lantai dan langit-langit jadi bagian tersulit

Permukaan lantai dan langit-langit lebih rumit. Mesin asli Doom menggunakan visplane dan perubahan keadaan, dua mekanisme yang tidak mudah dipetakan ke proses SQL yang menggambar kolom demi kolom.

Vogel mengganti sistem itu dengan metode yang ia sebut “cukup hacky”: mengulang rangkaian panel yang sudah diurutkan untuk mengisi permukaan. Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa port ini bukan sekadar menjalankan kode lama di lingkungan baru. Sebagian logika perlu dirancang ulang agar cocok dengan model kerja basis data.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 9 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis