JAKARTA — Erupsi Anak Krakatau sempat mengganggu perjalanan ratusan ribu penumpang, dan Menhub Dudy Purwagandhi menilai pengalaman itu harus memperkuat kesiapsiagaan transportasi. Ia menyampaikan evaluasi tersebut di Jakarta, Jumat (9/10), setelah abu vulkanik memicu penutupan sementara sejumlah bandara.
Dampaknya terasa langsung oleh pengguna penerbangan: sekitar 300 ribu penumpang terdampak selama beberapa hari. Sekitar 30 ribu di antaranya berada di Bandara Soekarno-Hatta dan membutuhkan penanganan layanan terpadu saat operasional bandara dihentikan sementara demi keselamatan.
Gangguan penerbangan itu terjadi setelah erupsi Gunung Anak Krakatau pada 5-8 September 2026. Pemerintah menempatkan keselamatan penumpang dan awak sebagai prioritas, sementara regulator, pengelola bandara, penyelenggara navigasi penerbangan, dan maskapai berkoordinasi menangani penumpang serta menyiapkan pembukaan kembali bandara.
Erupsi Anak Krakatau uji koordinasi penerbangan
Dudy mengatakan keputusan operasional perlu diambil cepat ketika keadaan darurat berkembang. Penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta, menurut dia, merupakan langkah mitigasi agar penerbangan tidak berjalan dalam kondisi yang dapat membahayakan penumpang maupun awak pesawat.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kerja sama yang sangat baik dari semua pihak dalam mengatasi dampak dari letusan Gunung Anak Krakatau dan ini menjadi pelajaran buat kita,” ujar Dudy, sebagaimana dikutip Republika.co.id.
Sejumlah penumpang sempat tertahan di bandara. Namun, Kementerian Perhubungan menyebut kebutuhan mereka tetap ditangani melalui kerja bersama pengelola bandara dan maskapai, termasuk Citilink, Garuda Indonesia, serta Lion Group.
Pengalaman itu memberi gambaran bahwa gangguan penerbangan akibat bencana tidak berhenti pada keputusan menutup bandara; layanan bagi penumpang dan koordinasi antarpihak juga harus berjalan.
Bagi masyarakat, penanganan yang terkoordinasi menentukan seberapa jelas informasi dan bantuan tersedia saat jadwal penerbangan terganggu.
Bagi sektor transportasi, kejadian ini menjadi ujian bagi prosedur darurat: keputusan keselamatan harus cepat, tetapi penumpang yang terdampak tetap memerlukan layanan yang terarah.
Dudy menyatakan pengalaman tersebut akan menjadi bahan untuk menyempurnakan kesiapsiagaan menghadapi bencana dan keadaan darurat lainnya.
Sejumlah bandara ikut terdampak abu vulkanik
Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Achmad Setiyo Prabowo, sebelumnya menyebut gangguan abu vulkanik berdampak pada sejumlah bandar udara yang sempat ditutup sementara.
Selain Bandara Soekarno-Hatta, daftar yang disampaikan Kemenhub mencakup Bandara Halim Perdanakusuma, Radin Inten II Lampung, Husein Sastranegara Bandung, Budiarto Curug, Pondok Cabe, Taufik Kiemas, dan Atung Bungsu.
Achmad menekankan bahwa regulator tidak akan mampu mengendalikan situasi sendirian tanpa dukungan para pihak yang terlibat dalam operasi penerbangan. “Bayangkan kalau di kondisi seperti ini kami regulator hanya bekerja sendiri, oh sudah ampun. Mungkin masyarakat sudah banyak komplain, ngeluh, dan lain sebagainya,” kata Achmad di Bandung, Jumat (2/10), seperti diberitakan Republika.co.id.
Sumber pembanding, Antara, melaporkan aktivitas erupsi Anak Krakatau pada Jumat sore dan menyebut status gunung berada pada Level II atau Waspada.
Antara juga mengutip rekomendasi Badan Geologi agar masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak mendekati kawah aktif dalam radius dua kilometer.
Informasi itu memberi konteks kebencanaan di sekitar Selat Sunda, sementara paparan Menhub berfokus pada dampak erupsi terhadap operasi transportasi.
Dudy mengatakan pengalaman penanganan gangguan tersebut menunjukkan pentingnya prosedur tanggap darurat yang jelas dan koordinasi lintas lembaga.
Ia mengapresiasi kerja sama para pihak setelah bandara kembali dibuka: “Kita bisa mengatasi sesuatu yang mungkin belum pernah terjadi sebelumnya, dan alhamdulillah berkat kerjasama yang sangat baik dari semua pihak sekian puluh ribu penumpang bisa teratasi dengan baik.”

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.