Ancaman di Ellora datang dari dua arah: badai petir mendekat dari langit, sementara kilat merah merayap di tanah. Episode kedua Avatar: Seven Havens memperkenalkan monster energi misterius yang menyerang kota dan mengarahkan sinarnya kepada Pavi serta Nisha.
Serial animasi itu belum menjelaskan identitas makhluk berbentuk berlian merah-hitam tersebut dalam tiga episode pertamanya. Namun, kemunculannya memberi petunjuk bahwa bencana yang mengubah dunia Avatar mungkin juga mengaburkan batas antara manusia dan roh.
Monster energi Avatar: Seven Havens menyerang Ellora
Dalam episode berjudul “Into the Storm”, warga Ellora menghadapi badai petir besar. Di tengah kekacauan, kilatan merah menyambar permukaan kota dari bawah, lalu berkumpul di sebuah lapangan luas menjadi sosok berlian merah dan hitam.
Makhluk itu bergerak mengitari kota dan menembakkan cahaya kepada sejumlah orang, termasuk Komandan Brigade Bountan, yang disuarakan Clyde Kusatsu, serta si kembar Avatar Pavi dan Nisha. Bountan menyebut ancaman itu sebagai “demon”, tetapi serialnya belum memastikan apakah sebutan itu merujuk pada roh tertentu atau sesuatu yang lain.
Saat berhadapan dengan Pavi dan Nisha, makhluk itu berhenti sejenak sebelum menembakkan sinar. Pavi dan Nisha kemudian mengalami penglihatan tentang diri mereka yang terpisah di padang pasir ketika badai pasir melanda. Mereka juga melihat sekilas pemandangan Republic City yang dipenuhi ledakan.
Penglihatan itu berakhir setelah keduanya tersadar. Makhluk tersebut sudah menghilang, meninggalkan pola berlian di tanah. Adegan ini belum memberi jawaban pasti, tetapi menghubungkan kehadiran roh itu dengan kedua Avatar.
Apakah makhluk itu berkaitan dengan Vaatu?
Warna merah-hitam dan bentuk runcingnya mengingatkan pada Vaatu, roh kekacauan dan kegelapan yang diperkenalkan dalam The Legend of Korra. Kemiripan visual tersebut membuka kemungkinan adanya hubungan, tetapi belum membuktikan bahwa monster di Ellora adalah Vaatu sendiri.
Dalam cerita Avatar, kekuatan Vaatu dan pasangannya, Raava, mencapai puncak saat Harmonic Convergence, peristiwa yang berlangsung setiap 10.000 tahun. Sejak Harmonic Convergence terakhir yang diceritakan dalam The Legend of Korra, baru sedikit lebih dari 200 tahun berlalu.
Karena itu, kemunculan Vaatu secara langsung dalam waktu sedekat itu tampak tidak mungkin, kecuali bencana dalam Seven Havens mengubah tatanan planet—sesuatu yang belum dikonfirmasi serial.
Penjelasan yang lebih masuk akal untuk sementara adalah makhluk itu merupakan roh yang tercemar, bukan Vaatu. Namun, ini tetap dugaan berdasarkan penampilan dan adegan yang ditampilkan, bukan jawaban resmi dari cerita.
Bagi penonton, misteri ini memberi bobot pada posisi Pavi dan Nisha sebagai Avatar. Avatar berperan sebagai penghubung dunia manusia dan dunia roh. Jika batas di antara keduanya memang menjadi kabur setelah bencana, makhluk itu bisa saja mencari keduanya untuk menyampaikan sesuatu—mungkin kenangan mereka sendiri, atau jejak masa lalu Korra. Serial belum memastikan isi penglihatan tersebut.
Penglihatan Pavi dan Nisha belum menjelaskan ancaman
Nasib Bountan justru membuat pertemuan di Ellora terasa lebih berbahaya. Menjelang akhir episode, matanya berubah merah dan ia memperingatkan Komandan Karthik, yang disuarakan Akshay Khanna, bahwa “it is coming”. Kata-kata itu belum menjelaskan siapa atau apa yang akan datang.
Perubahan pada Bountan juga mengisyaratkan bahwa sinar makhluk itu mungkin meninggalkan dampak berbeda pada setiap sasaran. Pavi dan Nisha terbangun tanpa perubahan yang terlihat, sedangkan Bountan tampak mengalami sesuatu seperti kerasukan. Perbedaan ini menjadi salah satu petunjuk yang perlu dicermati pada episode berikutnya.
Episode ketiga menambahkan satu kejadian lain: seekor camel-dillo mengamuk di kota dan matanya juga merah. Pavi berhasil menenangkannya lewat nyanyian. Belum diketahui apakah hewan itu terkena sinar monster energi, atau mengalami perubahan dengan cara lain.
Kemungkinan lain datang dari bekas yang ditinggalkan makhluk tersebut. Berlian itu menyisakan kristal-kristal geometris merah yang menyala. Serial belum menerangkan apakah kristal tersebut dapat memengaruhi makhluk yang berada di dekatnya, tetapi kemunculannya memperluas misteri dari satu serangan menjadi potensi bahaya yang tertinggal di lingkungan Ellora.
Dampaknya bagi warga dalam cerita terasa langsung: ancaman bukan cuma datang saat sosok itu melintas. Jika kristal merah ternyata memengaruhi orang atau hewan, kota mungkin menghadapi bahaya bahkan setelah monster itu pergi. Untuk saat ini, hubungan antara kristal, perubahan pada Bountan, dan mata merah camel-dillo belum mendapat penjelasan.
Jadwal tayang Avatar: Seven Havens
Tiga episode pertama Avatar: Seven Havens sudah tersedia di Paramount+. Episode baru dijadwalkan tayang setiap Jumat hingga 30 Oktober, menurut bahan sumber utama. Informasi jadwal ini tidak dicantumkan dalam sumber pembanding yang diberikan.
Jawaban tentang identitas monster itu masih menggantung. Petunjuk paling nyata sejauh ini adalah perubahan pada Bountan: matanya memerah, lalu ia berkata, “it is coming”.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.