JAKARTA — Konsumen Nellava Bullion masih menanti kejelasan transaksi investasi logam mulia mereka, sementara Kirana Larasati menyatakan siap kooperatif jika keterangannya dibutuhkan aparat. Mantan brand ambassador itu juga menyampaikan empati kepada pelanggan yang merasa dirugikan dan meminta maaf kepada publik.
Pernyataan Kirana disampaikan melalui media sosial dan diberitakan pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Namanya ikut terseret dalam laporan dugaan penipuan investasi emas yang berkaitan dengan PT Divine Gold Jewelry. Namun, bahan sumber yang tersedia tidak menyebut Kirana mengelola dana pelanggan ataupun menetapkan status hukumnya.
Kirana Larasati siap memberi informasi
Dalam pernyataan yang dikutip Hot Detik, Kirana menyatakan kesediaannya memberikan informasi yang ia ketahui apabila diminta pihak berwenang. Ia juga mengatakan tidak ingin berspekulasi atau menyampaikan keterangan yang belum dapat dipertanggungjawabkan, karena menghormati proses hukum.
Sikap itu menempatkan keterangannya dalam batas yang jelas: ia menyatakan akan membantu jika dibutuhkan, tetapi tidak mengklaim mengetahui seluruh persoalan transaksi perusahaan. Bahan utama menyebut Kirana sebagai mantan brand ambassador Nellava Bullion. Belum ada rincian di bahan tersebut mengenai kapan kontraknya berakhir atau bagaimana bentuk kerja sama yang dijalankan.
Kirana juga menyampaikan keprihatinan terhadap pelanggan yang masih menunggu kepastian transaksi. Bagi konsumen yang telah menyerahkan dana untuk pembelian atau investasi logam mulia, kabar mengenai belum jelasnya pemenuhan transaksi menjadi persoalan langsung: mereka membutuhkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan mengenai pesanan dan haknya.
Laporan dugaan penipuan dan peran promosi
Hot Detik melaporkan kasus dugaan penipuan investasi emas itu telah dilaporkan ke Bareskrim Polri. Dalam pemberitaan yang sama, nama sejumlah figur publik disebut terkait materi promosi perusahaan. Kuasa hukum korban, Bionda Johan Anggara, menyatakan promosi selebritas menjadi salah satu faktor yang mendorong korban percaya untuk menempatkan dana.
Penjelasan tersebut menggambarkan mengapa peran promosi ikut diperiksa dalam pemberitaan kasus ini. Namun, penyebutan nama dalam materi promosi atau laporan tidak dengan sendirinya membuktikan seseorang terlibat dalam pengelolaan dana maupun melakukan tindak pidana. Bahan sumber yang tersedia juga tidak memuat hasil penyelidikan atau penetapan tersangka terhadap Kirana.
Angka kerugian yang muncul dalam bahan pembanding berkaitan dengan pemberitaan mengenai laporan korban. Viva menyebut dugaan kerugian mencapai Rp25 miliar dan melibatkan 85 orang, sementara sumber utama yang memuat pernyataan Kirana tidak mencantumkan angka tersebut.
Karena itu, angka itu perlu dilekatkan pada laporan Viva, bukan diperlakukan sebagai rincian yang dikonfirmasi oleh pernyataan Kirana.
Kasus investasi emas menunggu kejelasan
Perkara ini berdampak langsung pada kepercayaan konsumen. Saat figur publik ikut muncul dalam promosi produk investasi, pelanggan dapat menjadikan kehadiran mereka sebagai salah satu pertimbangan sebelum bertransaksi.
Ketika transaksi kemudian dipersoalkan, yang paling mendesak bagi konsumen ialah kejelasan mengenai pemenuhan pesanan dan penanganan hak mereka, bukan sekadar pernyataan dari pihak yang pernah mempromosikan produk.
Nama Jennifer Coppen juga muncul dalam pemberitaan terkait dugaan penipuan emas. Viva melaporkan Jennifer menyatakan kerja samanya dengan brand berakhir pada 19 Juni 2026 setelah menerima keluhan pelanggan mengenai pelayanan dan pemenuhan pesanan. Informasi itu merupakan keterangannya sendiri sebagaimana diberitakan Viva; bahan yang tersedia tidak menyebut tanggal berakhirnya kerja sama Kirana.
Perbedaan rincian antarfigur publik penting dijaga agar tidak tercampur. Informasi mengenai kontrak Jennifer tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan kapan Kirana mengakhiri kerja sama. Sementara itu, bagi pelanggan Nellava Bullion, pertanyaan utama tetap tertuju pada status transaksi logam mulia yang belum mendapat kejelasan.
Kirana menyatakan siap memberikan informasi kepada pihak berwenang apabila keterangannya diperlukan. Proses hukum atas laporan dugaan penipuan investasi emas itu masih menjadi konteks utama yang menentukan perkembangan perkara.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.