Minggu, 11 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Airlangga Resmikan Pabrik Material Konstruksi Rp 710 M: Ciptakan Lapangan Kerja

Pabrik material konstruksi baru beroperasi di KEK Kendal
Fasilitas PT HSG Material Indonesia di KEK Kendal memproduksi material konstruksi untuk pasar domestik dan regional. (Ilustrasi: AI)

KENDAL — Investasi Rp 710 miliar mengiringi peresmian operasional pabrik PT HSG Material Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meresmikan fasilitas yang diperkirakan menyerap 400 pekerja itu pada Minggu (11/10/2026), menurut keterangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Pabrik tersebut memproduksi material untuk kebutuhan konstruksi, mulai dari tiang pancang beton prefabrikasi hingga beton pracetak. Perusahaan menargetkan kapasitas penjualan tahunan mencapai 3 juta meter tiang pancang beton prefabrikasi dan 150 ribu meter persegi beton siap pakai, berdasarkan perencanaan awal.

Pabrik material konstruksi incar kebutuhan proyek

Airlangga mengatakan investasi baru di KEK Kendal dapat memperkuat ekosistem industri Jawa Tengah lewat penambahan kapasitas produksi dan kegiatan manufaktur. Pemerintah juga berharap aktivitas itu membuka pekerjaan serta memperluas pasar bagi industri setempat.

“Pengembangan KEK Kendal dan masuknya investasi baru diharapkan terus memperkuat ekosistem industri Jawa Tengah melalui peningkatan kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja, diversifikasi kegiatan manufaktur, dan perluasan pasar,” ujar Airlangga dalam keterangannya, dikutip Minggu (11/10/2026).

Target kapasitas pabrik memberi gambaran tentang skala pasokan yang direncanakan. Hasil produksinya diharapkan menunjang kebutuhan pembangunan infrastruktur, kawasan industri, dan proyek konstruksi di Indonesia, sekaligus membuka peluang ekspor.

Bagi industri konstruksi, keberadaan produsen material di dalam negeri dapat menambah sumber pasokan untuk proyek yang membutuhkan tiang pancang dan beton siap pakai. Pabrik ini juga dirancang menjangkau pasar regional, terutama Asia Tenggara. Namun, bahan yang tersedia tidak merinci jadwal pencapaian kapasitas maupun nilai ekspor yang ditargetkan perusahaan.

Investasi terhubung dengan kerja sama Indonesia-China

PT HSG Material Indonesia merupakan bagian dari Fujian Hongsheng Material Technology. Kehadirannya di Kendal disebut menjadi bagian dari penguatan kemitraan strategis Indonesia dan China, termasuk melalui inisiatif Two Countries, Twin Parks (TCTP).

Inisiatif tersebut mendorong pengembangan kawasan industri kembar antara kedua negara. Arah kerja samanya mencakup realisasi proyek investasi, transfer teknologi, serta integrasi rantai pasok. Bagi pelaku usaha, keterhubungan rantai pasok dapat membantu memperluas kerja sama industri; bagi kawasan, investasi manufaktur menambah kegiatan produksi dan kebutuhan tenaga kerja.

Potensi pasar turut menjadi pertimbangan. Pasar material konstruksi Asia Tenggara tercatat mencapai US$ 682 juta pada 2025, menurut data yang disampaikan dalam bahan keterangan. Fasilitas Kendal diharapkan dapat melayani permintaan domestik dan menjangkau pasar kawasan. Nilai pasar itu memberi konteks peluang, tetapi bukan angka penjualan atau proyeksi pendapatan khusus PT HSG Material Indonesia.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan pemerintah mendorong agar komitmen investasi berujung pada kegiatan usaha produktif.

“Pemerintah terus mendorong iklim investasi yang kondusif agar komitmen investasi dapat diwujudkan menjadi kegiatan usaha produktif yang memperkuat struktur industri nasional dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutur Haryo.

KEK Kendal terus membuka ruang manufaktur

Kawasan industri Kendal diresmikan pada 14 November 2016 dan dikembangkan dengan dukungan infrastruktur, kemudahan investasi, serta pengembangan sumber daya manusia. Pemerintah menetapkan status KEK Kendal melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2019.

Status itu menjadi landasan untuk menarik investasi, mengembangkan kegiatan industri, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong ekspor melalui fasilitas sesuai ketentuan KEK.

Peresmian pabrik baru menambah kegiatan manufaktur di kawasan tersebut. Dampak terhadap pekerja dan industri akan bergantung pada realisasi operasi serta pemenuhan target produksi perusahaan. Untuk saat ini, angka yang disampaikan mencakup investasi sekitar Rp 710 miliar, serapan 400 pekerja, dan target penjualan tahunan hingga 3 juta meter tiang pancang beton prefabrikasi.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair