Potensi pasar turut menjadi pertimbangan. Pasar material konstruksi Asia Tenggara tercatat mencapai US$ 682 juta pada 2025, menurut data yang disampaikan dalam bahan keterangan. Fasilitas Kendal diharapkan dapat melayani permintaan domestik dan menjangkau pasar kawasan. Nilai pasar itu memberi konteks peluang, tetapi bukan angka penjualan atau proyeksi pendapatan khusus PT HSG Material Indonesia.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan pemerintah mendorong agar komitmen investasi berujung pada kegiatan usaha produktif.
“Pemerintah terus mendorong iklim investasi yang kondusif agar komitmen investasi dapat diwujudkan menjadi kegiatan usaha produktif yang memperkuat struktur industri nasional dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutur Haryo.
KEK Kendal terus membuka ruang manufaktur
Kawasan industri Kendal diresmikan pada 14 November 2016 dan dikembangkan dengan dukungan infrastruktur, kemudahan investasi, serta pengembangan sumber daya manusia. Pemerintah menetapkan status KEK Kendal melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2019.
Status itu menjadi landasan untuk menarik investasi, mengembangkan kegiatan industri, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong ekspor melalui fasilitas sesuai ketentuan KEK.
Peresmian pabrik baru menambah kegiatan manufaktur di kawasan tersebut. Dampak terhadap pekerja dan industri akan bergantung pada realisasi operasi serta pemenuhan target produksi perusahaan. Untuk saat ini, angka yang disampaikan mencakup investasi sekitar Rp 710 miliar, serapan 400 pekerja, dan target penjualan tahunan hingga 3 juta meter tiang pancang beton prefabrikasi.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.