Sel squid yang menyerupai sel rambut di telinga manusia dapat membantu hewan itu merasakan gerakan di sekitarnya. Temuan pada anak squid ini memperlihatkan kemiripan antara sistem sensorik cephalopoda dan manusia, menurut laporan ScienceAlert tentang penelitian yang terbit di jurnal Current Biology pada 2026.
Peneliti mengamati sel-sel tersebut pada tubuh anak squid menggunakan mikroskop light-sheet. Gambar penelitian menyoroti sel rambut yang berada di permukaan tubuhnya. Namun, bahan yang tersedia belum menjelaskan secara rinci cara kerja sel itu atau rangsangan apa yang dapat dideteksinya.
Sel squid dan kemiripannya dengan telinga manusia
Sel rambut pada manusia berperan dalam sistem pendengaran dan keseimbangan. Kemiripan yang ditemukan pada squid menarik karena sel serupa tampak di bagian luar tubuh hewan laut itu, bukan hanya di organ yang menyerupai telinga.
ScienceAlert menggambarkan kesan temuan tersebut sebagai “tiny ocean in your ear”—seolah ada lautan kecil di telinga. Perbandingan itu bukan berarti squid mendengar dengan cara yang sama seperti manusia. Temuan yang disampaikan dalam bahan sumber hanya menyoroti kemiripan sel, sementara fungsi spesifiknya perlu dibedakan dari fungsi sel rambut pada telinga manusia.
Bagi pembaca, hubungan ini memberi gambaran bahwa kemampuan merasakan lingkungan tidak selalu bergantung pada organ yang bentuknya seperti telinga atau mata. Pada hewan laut, sel sensorik di permukaan tubuh berpotensi memberi petunjuk tentang perubahan di air.
Dampak biologisnya penting untuk memahami bagaimana squid berinteraksi dengan habitatnya, tetapi bahan yang tersedia belum menyebutkan hasil uji perilaku atau rincian fungsi yang dapat dipastikan.
Pengamatan anak squid dengan mikroskop
Gambar yang menyertai laporan memperlihatkan anak squid yang diamati dengan mikroskop light-sheet untuk menonjolkan sel rambutnya. Teknik pencitraan itu membantu peneliti melihat struktur kecil pada tubuh hewan secara lebih jelas. Keterangan gambar mengaitkan pengamatan tersebut dengan Wang dan rekan-rekannya di Current Biology.
Penelitian ini menambah pertanyaan tentang bagaimana sel-sel tersebut bekerja. Apakah sel itu mendeteksi gerakan air, sentuhan, atau sinyal lain? Bahan sumber tidak memberikan jawaban, sehingga fungsi-fungsi itu belum dapat dinyatakan sebagai hasil penelitian.
Kemiripan struktur juga tidak otomatis membuktikan bahwa sel pada squid dan manusia memiliki fungsi identik atau asal-usul evolusi yang sama. Yang bisa ditegaskan dari informasi yang tersedia ialah adanya sel mirip rambut pada anak squid, serta kemiripannya dengan sel di telinga manusia. Penjelasan lebih jauh memerlukan rincian studi yang tidak tercantum dalam laporan singkat ScienceAlert.
Temuan ini membuka jalur untuk meneliti lebih lanjut cara squid menangkap informasi dari sekelilingnya. Untuk saat ini, bukti yang disajikan bertumpu pada pengamatan mikroskopis dan perbandingan struktur sel. ScienceAlert menyebut penelitian tersebut diterbitkan di Current Biology pada 2026.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.