Pengenalan terhadap latar sejarah dan nilai tersebut diharapkan memberi anak-anak perspektif belajar yang lebih luas. Program ini juga membawa dimensi pengalaman ke dalam pendidikan, agar pengetahuan tentang peradaban Islam tidak hanya diterima sebagai materi di kelas.
Dampaknya berkaitan langsung dengan cara generasi muda memandang pendidikan dan identitasnya.
Pengalaman belajar yang mengenalkan sejarah serta budaya dapat menjadi ruang untuk memahami nilai agama, sementara pengembangan kreativitas dan komunikasi membantu peserta didik berpartisipasi lebih percaya diri dalam kegiatan bersama.
Aliyah berharap perluasan wawasan itu tetap berjalan seiring dengan penguatan jati diri sebagai generasi muslim.
Ia juga mengingatkan bahwa tanggung jawab pendidikan tidak hanya berada di sekolah atau lembaga penyelenggara. Pemerintah, lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat perlu bekerja bersama agar pembentukan karakter serta pengembangan kemampuan anak berlangsung selaras.
Aliyah menyatakan generasi masa depan yang diharapkan bukan hanya mampu meraih keberhasilan untuk dirinya sendiri, melainkan juga memberi manfaat bagi orang di sekitarnya. “Generasi masa depan yang kita harapkan bukan hanya generasi yang sukses untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan Kota Makassar,” kata Wakil Wali Kota Makassar itu.
Dalam bahan Republika.co.id, peluncuran Program Immersion Makkah berlangsung sebagai bagian dari SPIDI Islamic Edu Fest 2026 di Makassar pada Sabtu. Uraian acara tersebut tidak mencantumkan rincian jadwal pelaksanaan program setelah peluncuran.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.