Perbedaan tahap ini penting bagi pembaca pasar modal. Pipeline menunjukkan potensi tambahan emiten, tetapi belum menggambarkan jumlah IPO yang akhirnya terlaksana. Perusahaan dapat menyesuaikan waktu penawaran dengan kesiapan masing-masing serta kondisi pasar.
Ketidakpastian global memengaruhi waktu IPO
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyebut dinamika pasar global sebagai salah satu faktor yang memengaruhi penurunan jumlah calon emiten. Ketidakpastian geopolitik, menurut dia, ikut memengaruhi keputusan perusahaan dalam menentukan waktu penawaran umum.
“Penurunan calon perusahaan untuk melakukan IPO dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain dinamika kondisi pasar global, termasuk meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi timing perusahaan untuk melaksanakan penawaran umum,” ujar Hasan dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (4/10/2026).
Penentuan waktu penawaran menjadi pertimbangan langsung bagi perusahaan yang hendak mencari pendanaan melalui bursa. Bagi investor, kondisi itu berarti rencana dalam pipeline perlu dibaca sebagai daftar calon, bukan jadwal pasti saham baru. Jumlah yang akhirnya melantai juga dapat berbeda dari angka antrean yang tercatat.
BEI mencatat 9 perusahaan masih berada dalam pipeline hingga 9 October 2026. Dari jumlah itu, 3 perusahaan masuk kategori aset skala besar, yakni di atas Rp250 miliar.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.