NEW DELHI — Cockroach Janta Party (CJP) memberi waktu 24 jam kepada polisi untuk menetapkan jadwal unjuk rasa damai di Jantar Mantar, New Delhi. Jika tak mendapat tanggal, kelompok itu menyatakan akan mengumumkan sendiri seruan aksi.
Pemimpin CJP, termasuk Ashutosh Ranka, Saurav Das, dan Ratna Singh, dijadwalkan mendatangi Kantor Polisi Parliamentary Street pada Senin pukul 10.00 untuk meminta izin. Ranka menyampaikan rencana itu melalui unggahan di X, sebagaimana diberitakan Times of India.
CJP minta tanggal demo setelah penahanan massal
Desakan CJP muncul sehari setelah Polisi Delhi menahan lebih dari 7.000 orang yang berusaha menuju Jantar Mantar untuk berdemonstrasi. Aksi tersebut menuntut pengunduran diri Ketua Komisi Pemilihan Umum Gyanesh Kumar terkait dugaan penyimpangan dalam daftar pemilih.
Pendiri CJP Abhijeet Dipke serta Ranka dan Das termasuk di antara mereka yang ditahan pada Sabtu. Mereka kemudian dibebaskan setelah dihadapkan kepada seorang magistrat eksekutif.
Setelah dibebaskan, Dipke mengatakan kelompoknya akan kembali turun ke jalan dan tidak akan gentar menghadapi pemerintah. “Penjarakan kami bukan hanya sekali, tetapi seratus kali,” katanya.
Situasi ini membuat permintaan izin untuk aksi berikutnya menjadi penting bagi para pengunjuk rasa. CJP menyatakan ingin menggelar protes secara damai di lokasi yang dituju, tetapi belum memperoleh tanggal dari kepolisian.
Seruan aksi juga mengarah ke Mahkamah Agung
Pada Senin, pemimpin Kongres Rahul Gandhi menyerukan pawai menuju Mahkamah Agung. Ia mengajak warga, partai oposisi, dan kelompok masyarakat sipil bergabung dalam protes terkait dugaan “pencurian suara”.
Seruan Gandhi juga menuntut penghentian Special Intensive Revision (SIR) terhadap daftar pemilih serta pengunduran diri Kumar. Tuntutan itu menempatkan persoalan daftar pemilih sebagai pokok utama rangkaian aksi politik yang berlangsung di ibu kota India.
Mahkamah Agung pada Minggu memerintahkan pihak berwenang mencabut larangan berkumpul yang diberlakukan di sekitar kompleks pengadilan. Pengadilan menegaskan akses terhadap keadilan harus tetap terbuka dan warga yang berunjuk rasa secara damai tidak boleh ditahan secara ilegal.
Perintah tersebut hadir saat rencana demonstrasi dan seruan pawai ke pengadilan sama-sama menjadi perhatian. Bagi peserta aksi, keputusan mengenai izin dan lokasi akan menentukan bagaimana mereka dapat menyampaikan tuntutan tanpa menghadapi pembatasan yang melanggar hukum.
Polisi diminta merespons rencana aksi
Kunjungan para pemimpin CJP ke kantor polisi dijadwalkan berlangsung pada Senin pagi. Mereka akan meminta tanggal untuk demonstrasi di Jantar Mantar; jika tidak mendapat kepastian dalam 24 jam, partai itu mengatakan akan mengumumkan seruan protes sendiri.
Bahan pemberitaan Times of India tidak menyebut tanggal pasti yang diminta CJP maupun tanggapan Polisi Delhi atas permintaan tersebut. Rencana kunjungan dan tenggat yang disampaikan kelompok itu menjadi perkembangan berikutnya yang perlu dipantau, bersamaan dengan pelaksanaan seruan pawai menuju Mahkamah Agung.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.