Senin, 12 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

DBS Ungkap Tren Investasi Nasabah Kaya di Indonesia

DBS Ungkap Tren Investasi Nasabah Kaya di Indonesia
DBS Ungkap Tren Investasi Nasabah Kaya di Indonesia

SINGAPURA — Nasabah kaya di Indonesia mulai memperluas investasi ke luar tema akal imitasi (AI), termasuk ke sektor keuangan, kesehatan, dan energi. Tren investasi nasabah kaya ini disampaikan DBS Bank dalam acara DBS Asia Future Forward 2026 (AFFC) Regional Media Roundtables di Singapura, Minggu (11/10).

Group Head of Consumer Banking and Wealth Management DBS Bank Shee Tse Koon mengatakan, nasabah tetap menaruh minat pada obligasi pemerintah dan reksa dana. Mereka juga mempertimbangkan produk yang terkait pergerakan nilai tukar mata uang serta asuransi.

“Cukup banyak nasabah yang berinvestasi pada obligasi pemerintah Indonesia. Namun, kami juga memiliki nasabah yang berinvestasi pada berbagai reksa dana di platform kami,” kata Tse Koon.

Nasabah mulai memperluas portofolio di luar AI

Minat terhadap investasi AI masih besar. Namun, menurut Tse Koon, sebagian klien DBS mulai mempertimbangkan sektor lain ketika menyusun portofolio. Perubahan itu bukan berarti meninggalkan AI sepenuhnya, melainkan menambah ragam aset dan bidang investasi.

“Saat ini, dunia secara umum tengah membicarakan investasi terkait AI. Jadi, tidak mengherankan jika ada minat yang cukup besar terhadap hal ini. Namun belakangan ini, klien mulai mendiversifikasi di luar tema AI semata. Bukan dari 100 menjadi nol. Namun, saran yang diberikan mendorong investor untuk mulai melakukan diversifikasi,” ujarnya.

Pergeseran ini penting bagi nasabah karena keputusan investasi tidak lagi hanya soal memilih satu produk yang sedang ramai. Ketika portofolio mencakup beberapa instrumen dan sektor, nasabah memiliki pilihan yang lebih luas dalam menyesuaikan pengelolaan kekayaan dengan kebutuhan masing-masing. DBS menyebut pendekatan tersebut sebagai bagian dari layanan yang melampaui produk investasi tradisional.

Untuk nasabah di Indonesia, pilihan yang disebut DBS mencakup obligasi pemerintah, reksa dana, produk terkait mata uang, asuransi, ekuitas, obligasi, derivatif, serta aset di pasar privat. Ketersediaan beragam produk memberi ruang untuk menyusun portofolio dengan komposisi berbeda, meski bahan yang disampaikan bank tidak merinci alokasi atau rekomendasi untuk tiap nasabah.

Bisnis pengelolaan kekayaan dan pertumbuhan AUM

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair