Meskipun harga minyak mentah Brent dan WTI mengalami sedikit penurunan pada 10-11 Oktober 2026 (Brent Crude di US$102,70/barel, WTI di US$90,50/barel), dan harga Indonesian Crude Price (ICP) Agustus 2026 naik menjadi US$89,43/barel dari Juli US$81,68/barel, pemerintah tetap menahan harga BBM non-subsidi. Nilai tukar Rupiah juga terpantau stabil di Rp17.912 per Dolar AS.
Keputusan ini diambil pemerintah dengan pertimbangan daya beli masyarakat, meskipun secara formula Kepmen ESDM 245/2022, harga BBM non-subsidi seharusnya mengikuti ICP, kurs, dan MOPS. Pemerintah memilih untuk tidak menaikkan harga demi menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga.
Tips Hemat BBM dan Promo
Untuk menghemat pengeluaran BBM, ada beberapa tips yang bisa diterapkan: menjaga kecepatan stabil antara 80-100 km/jam di jalan tol (menghindari kecepatan di atas 120 km/jam yang bisa meningkatkan konsumsi 20-30%), memastikan tekanan ban sesuai standar, mematikan mesin jika berhenti lebih dari 1 menit (mesin bisa menghabiskan 100cc bensin per menit), serta rutin servis filter udara dan busi.
Berbagai SPBU juga menawarkan program loyalitas. MyPertamina memiliki poin reward dan cashback Pertamax. BPme menawarkan poin BP yang bisa ditukarkan voucher. Sementara Shell Go+ hanya berlaku untuk pembelian diesel saat ini. Vivo cenderung menawarkan harga flat tanpa banyak promo, namun dengan stabilitas harga.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.