BANTUL — Cahya Supriadi tetap mendapat pujian meski timnya kebobolan empat gol. Kiper PSIM Yogyakarta itu berulang kali menggagalkan peluang Persija sebelum tim ibu kota menang 4-0 pada pekan keempat Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10/10/2026).
Media Korea Selatan, Sportalkorea, menyoroti penampilan Cahya dalam ulasannya. Kemenangan tersebut sekaligus menjaga catatan sempurna Persija pada awal musim dan mengangkat tim asuhan Shin Tae-yong ke puncak klasemen sementara dengan 12 poin.
Cahya Supriadi jadi sorotan media Korea
Skor akhir memang telak. Namun, Persija tidak langsung leluasa membongkar pertahanan tuan rumah. Sejumlah penyelamatan Cahya membuat Macan Kemayoran harus menunggu hingga babak kedua untuk memecah kebuntuan.
Sportalkorea menggambarkan laga itu sebagai pertandingan yang tidak mudah bagi Persija, meski tim tamu terus menekan sejak awal. Media tersebut menilai rangkaian penyelamatan Cahya menjadi alasan Persija belum mampu mencetak gol pada fase awal pertandingan.
“Meskipun hasilnya merupakan kemenangan telak, pertandingan itu sendiri sama sekali tidak mudah. Persija menekan lawan dengan sengit sejak awal, tetapi tidak mampu mencetak gol karena serangkaian penyelamatan gemilang dari kiper Cahya Supriadi,” tulis Sportalkorea dalam ulasannya.
Pujian itu menyorot kontras dalam pertandingan: PSIM akhirnya kalah dengan selisih empat gol, tetapi kiper mereka sempat menjadi penghalang utama bagi serangan Persija. Ketangguhan Cahya dan pertahanan PSIM menjaga laga tetap ketat sebelum Persija menemukan celah pada penghujung pertandingan.
Empat gol Persija datang pada babak kedua
Alexander Jeremejeff membuka keran gol pada menit ke-77. Setelah itu, Stjepan Loncar mencetak gol pada menit ke-81, Kwon Chang-hoon menambah keunggulan pada menit ke-87, lalu Loncar melengkapi brace pada menit ke-90+3.
Rangkaian gol dalam rentang akhir laga mengubah kerja keras Cahya menjadi catatan kekalahan besar bagi PSIM. Persija menunjukkan ketajaman saat peluang akhirnya terbuka. Gol-gol tersebut juga datang dari beberapa pemain, bukan hanya bergantung pada satu pencetak gol.
Bagi Persija, kemenangan ini menjaga momentum setelah menyapu bersih empat pertandingan awal musim. Koleksi 12 poin membawa mereka mengambil alih posisi teratas klasemen sementara. Start kuat itu penting karena tim kini punya hasil nyata untuk menopang kepercayaan diri sekaligus memberi tekanan kepada para pesaing.
Untuk PSIM, sorotan terhadap Cahya memberi gambaran bahwa skor akhir tidak sepenuhnya menceritakan jalannya pertandingan. Penjaga gawang itu mampu menahan Persija selama sebagian besar laga, tetapi lini serang tim tamu akhirnya memaksimalkan peluang pada fase akhir. Rapor pertahanan PSIM tetap menjadi pekerjaan yang perlu dibenahi setelah kebobolan empat kali.
Shin Tae-yong mendapat hasil yang memperkuat posisi Persija di awal kompetisi. Solidnya sektor pertahanan ikut menjadi bagian dari tren positif tim ibu kota, sementara produktivitas empat gol menunjukkan ancaman mereka tetap hidup saat tekanan terhadap lawan meningkat.
Persija kini mengantongi 12 poin dari empat pertandingan awal Super League 2026/2027, sedangkan penampilan Cahya tetap mendapat perhatian khusus dari Sportalkorea meski PSIM kalah.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.