JAKARTA — Ekspor motor Indonesia mencapai hampir setengah juta unit dalam sembilan bulan pertama 2026, memperlihatkan besarnya pengiriman kendaraan buatan dalam negeri ke pasar internasional. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat ekspor motor utuh atau completely built up (CBU) sebanyak 487.940 unit sepanjang Januari hingga September 2026.
Angka kumulatif itu meningkat sekitar 19 persen dibandingkan periode Januari–September 2025, ketika ekspor CBU tercatat 406.157 unit. Data AISI yang dikutip VIVA Otomotif pada Selasa, 13 Oktober 2026, juga menunjukkan pengiriman pada September tumbuh dibandingkan bulan sebelumnya dan periode yang sama tahun lalu.
Ekspor motor Indonesia menguat pada September
Pengiriman motor utuh pada September 2026 mencapai 55.098 unit. Jumlah itu naik 25,4 persen dari 43.926 unit pada September 2025, serta meningkat 9,6 persen dibandingkan Agustus 2026 yang mencatat 50.254 unit.
Kenaikan bulanan tersebut menandai penguatan menjelang akhir kuartal ketiga. Namun, perjalanan ekspor selama 2026 tidak selalu bergerak naik. Pengiriman CBU tercatat 52.924 unit pada Januari, lalu meningkat menjadi 57.688 unit pada Februari.
Pada Maret, jumlahnya turun menjadi 48.970 unit. Ekspor kemudian kembali meningkat pada April dan Mei, meski bahan sumber tidak merinci angka untuk kedua bulan itu. Pada Juni, pengiriman berada di angka 50.067 unit.
Lonjakan terjadi pada Juli, ketika ekspor motor utuh mencapai 65.769 unit. Pengiriman melemah pada Agustus sebelum naik lagi pada September. Data bulanan ini menunjukkan adanya perubahan ritme, meski jumlah kumulatif sembilan bulan tetap lebih tinggi daripada periode pembanding tahun sebelumnya.
Motor utuh hanya satu bagian dari ekspor
Angka CBU mengukur sepeda motor yang dikirim dalam kondisi utuh. Karena itu, jumlah tersebut belum menggambarkan seluruh aktivitas ekspor industri sepeda motor Indonesia. Kendaraan yang dikirim dalam bentuk terurai untuk dirakit di negara tujuan dan komponen yang dikirim terpisah tercatat dalam kategori berbeda.
Pada September 2026, ekspor completely knocked down (CKD), yakni motor yang dikirim dalam kondisi terurai, mencapai 688.319 unit. Angka itu turun sekitar 3,7 persen dibandingkan September tahun sebelumnya, saat pengiriman CKD tercatat 714.410 unit.
Sementara itu, pengiriman part by part pada September mencapai 20.248.586 unit. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 10.550.368 unit pada periode yang sama tahun lalu. Pergerakan tiap kategori tidak seragam: CBU dan part by part tumbuh, sedangkan CKD turun.
Bagi industri, perbedaan itu penting karena angka ekspor motor utuh saja tidak cukup untuk membaca keseluruhan aktivitas produksi yang melayani pasar luar negeri. Data CBU menunjukkan berapa banyak kendaraan lengkap yang dikirim, sementara CKD dan part by part memperlihatkan jalur pengiriman lain yang juga digunakan industri.
Bagi pasar domestik, kenaikan ekspor memberi gambaran bahwa motor produksi Indonesia terserap di luar negeri dalam jumlah besar. Namun, data yang tersedia tidak merinci negara tujuan maupun dampak ekspor terhadap pasokan atau harga motor di dalam negeri. Karena itu, pertumbuhan pengiriman ini belum bisa dijadikan ukuran langsung perubahan harga yang dihadapi konsumen Indonesia.
Tiga kategori menunjukkan arah berbeda
Data September memperlihatkan kontras yang jelas. Pengiriman motor utuh naik dibandingkan setahun sebelumnya, CKD menurun, sementara komponen part by part mencatat peningkatan. Masing-masing kategori merekam bentuk barang yang berbeda, sehingga angka-angkanya perlu dibaca sesuai cakupannya dan tidak dijumlahkan sebagai unit motor utuh.
Untuk CBU, capaian sembilan bulan pertama menjadi ukuran utama pertumbuhan pengiriman motor lengkap. AISI mencatat jumlahnya meningkat sekitar 19 persen dari periode yang sama pada 2025. Di luar kategori itu, data CKD dan part by part menambah gambaran mengenai ragam pengiriman industri, tetapi tidak mengubah definisi angka ekspor motor utuh.
Data AISI yang dikutip VIVA Otomotif mencakup capaian hingga September 2026. Perkembangan bulan berikutnya akan menunjukkan apakah penguatan CBU pada September berlanjut, sementara tren CKD dan part by part tetap bergerak dengan arah masing-masing.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.