SINGAPURA — Harga rumah publik HDB di Singapura tercatat sekitar 4,7 kali pendapatan tahunan rumah tangga median. Angka itu jauh di bawah rasio rumah tapak Jakarta yang mencapai 25,9 kali, menurut data Urban Land Institute (ULI) yang dipaparkan Sing Tien Foo dari NUS Business School.
Perbandingan tersebut menunjukkan betapa berbeda cara Singapura dan Jakarta menghadapi keterjangkauan hunian. Singapura mengandalkan sistem perumahan publik berskala luas, sementara angka Jakarta menggambarkan mahalnya harga rumah jika dibandingkan dengan pendapatan rumah tangga median.
Namun, rasio HDB itu tidak mewakili seluruh harga rumah di Singapura. Angka 4,7 kali hanya merujuk pada perumahan publik, sedangkan harga rumah privat di negara itu jauh lebih tinggi.
Rumah terjangkau Singapura bertumpu pada HDB
Sing Tien Foo, Provost’s Chair Professor di Department of Real Estate, NUS Business School, menjelaskan bahwa salah satu kunci kebijakan Singapura adalah keberadaan Housing and Development Board (HDB). Lembaga pemerintah ini membangun dan mengelola perumahan publik, sekaligus menjadi bagian dari pendekatan terpadu pemerintah terhadap penyediaan hunian.
Sistem tersebut mulai berkembang setelah HDB dibentuk pada 1960 untuk mengatasi krisis perumahan. Pemerintah menangani rangkaian proses yang luas, dari perencanaan dan penyediaan lahan hingga pembangunan, pengelolaan, serta alokasi rumah.
Data yang dipaparkan Sing menyebut sekitar 84 persen warga Singapura tinggal di flat HDB. Ia juga menyatakan 80 persen warga tinggal di perumahan publik dan 20 persen bisa memiliki rumah sendiri, meski pernyataan itu menggunakan ukuran yang berbeda dari data mengenai penghuni flat HDB.
“Pendapatan sangat penting untuk menargetkan pasar rumah yang cocok bagi warga Singapura. Di sini, 80 persen warga tinggal di perumahan publik, hanya 20 persen yang bisa punya rumah sendiri. Di negara lain justru sebaliknya, perumahan publik 20 persen untuk masyarakat terbawah,” kata Sing.
Angka-angka itu menggambarkan skala peran pemerintah dalam pasar hunian Singapura. Bukan hanya membangun rumah, pemerintah juga memberi subsidi dan mengatur dukungan pembiayaan agar warga dapat mengaksesnya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.