Selasa, 13 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

IHSG Rawan Terkoreksi, Investor Bisa Pantau Saham-Saham Ini

IHSG Rawan Terkoreksi, Investor Bisa Pantau Saham-Saham Ini
IHSG Rawan Terkoreksi, Investor Bisa Pantau Saham-Saham Ini

JAKARTA — IHSG diproyeksikan melemah pada perdagangan Rabu (13/10), dengan level 5.850 menjadi area penting yang perlu dipertahankan agar tekanan tidak berlanjut. Tim riset BRI Danareksa dan analis BinaArtha Sekuritas menyebut sejumlah saham yang dapat dicermati investor, termasuk INKP, ADMR, BBCA, BBRI, dan TLKM.

Tim riset BRI Danareksa menilai tekanan teknikal masih membayangi indeks. IHSG telah menembus level psikologis 6.000, sementara pola rising wedge dan head and shoulders serta indikator MACD yang masih negatif mengarah pada kondisi bearish.

“Fokus berikutnya adalah mempertahankan support 5.850–5.900; jika zona ini ditembus, risiko pelemahan lanjutan meningkat,” tulis tim riset BRI Danareksa, dikutip Selasa (13/10).

Level IHSG yang dicermati investor

Tim riset BRI Danareksa menyebut 6.000–6.019 sebagai resistance terdekat. IHSG perlu kembali melewati rentang itu untuk meredakan tekanan jual yang sedang berlangsung.

Dalam analisis teknikal, support merujuk pada area harga yang dipandang sebagai batas bawah sementara. Ketika harga mendekati area tersebut, minat beli dapat meningkat. Resistance menjadi batas atas yang berpotensi menahan kenaikan ketika aksi jual bertambah.

Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan IHSG mendekati target koreksi berdasarkan analisis support Fibonacci di 5.850. Setelah menyentuh level itu, indeks diperkirakan dapat memulai rebound sebagai awal pemulihan jangka pendek.

Ivan memetakan support IHSG di 5.850, 5.768, dan 5.607. Sementara level resistance berada di 6.128, 6.273, 6.423, dan 6 552. Indikator MACD, menurut analisisnya, masih menunjukkan momentum bearish.

Rekomendasi saham dari dua analis

Untuk perdagangan hari itu, tim riset BRI Danareksa merekomendasikan saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).

Ivan Rosanova menyebut PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), serta PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) sebagai saham yang dapat dicermati.

Rekomendasi tersebut berasal dari pandangan teknikal masing-masing analis, bukan kepastian arah harga saham. Pergerakan indeks dan saham tetap dapat berubah mengikuti kondisi pasar. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor; informasi ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Perhatian pasar tertuju pada minyak dan inflasi AS

Perkembangan konflik Timur Tengah dan pergerakan harga minyak menjadi perhatian pasar pada perdagangan hari itu. Investor juga mulai mengantisipasi rilis indeks harga konsumen (CPI) Amerika Serikat untuk September, yang dijadwalkan pada Rabu (14/10).

Konsensus memperkirakan inflasi tahunan AS naik menjadi 3,6% dari 3,4% pada Agustus. Jika hasilnya melampaui ekspektasi, dolar AS berpotensi menguat. Kondisi itu dapat menambah tekanan terhadap rupiah serta arus dana asing ke pasar domestik.

Bagi investor di Indonesia, kombinasi koreksi indeks dan faktor eksternal tersebut membuat level support serta respons pasar terhadap data inflasi menjadi perhatian penting. Pergerakan menuju area 5.850, atau kemampuan IHSG kembali mendekati resistance 6.000–6.019, akan menjadi petunjuk berikutnya yang dicermati pelaku pasar.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair