Di sinilah pandangan Brooks punya arti praktis. Sistem yang terus bergantung pada peta internal terperinci harus memperkirakan perubahan lingkungan sebelum bertindak. Sebaliknya, pendekatan yang ia usulkan menekankan hubungan langsung antara perilaku robot dan keadaan yang relevan di sekitarnya.
Bagi pengembangan robot, perbedaan cara berpikir itu dapat memengaruhi bagaimana mesin merespons saat lingkungan berubah.
Dampaknya tidak berhenti pada laboratorium. Perangkat rumah tangga seperti penyedot debu robot harus bergerak di ruang yang digunakan manusia, bukan di dunia digital yang sepenuhnya teratur.
Gagasan Brooks membantu menjelaskan mengapa kemampuan merespons lingkungan nyata menjadi bagian penting dalam pembicaraan mengenai AI fisik, meski bahan sumber tidak merinci teknologi yang digunakan pada produk tertentu.
Brooks mendirikan perusahaan yang kini dikenal sebagai iRobot bersama dua koleganya dari laboratorium AI MIT. Perusahaan itu awalnya bernama IS Robotics, dan didirikan pada tahun yang sama dengan terbitnya makalah penting tersebut.
Dari robot penjelajah hingga penyedot debu Roomba
Produk pertama perusahaan itu bernama Geghis, robot penjelajah ruang angkasa berbentuk seperti serangga. Bobotnya 1 kg dan perangkat itu berfungsi sebagai prototipe untuk eksplorasi ruang angkasa berbiaya rendah. Lebih dari 10 tahun kemudian, pada 2002, perusahaan meluncurkan penyedot debu robot Roomba pertamanya.
Perjalanan iRobot menghubungkan gagasan tentang perilaku robot dengan produk yang digunakan di rumah. Namun, nasib perusahaan berubah: iRobot mengajukan kebangkrutan pada Desember 2025. Perusahaan itu kemudian menjadi perusahaan tertutup dan diserap ke dalam operasi Shenzhen Picea Robotics, perusahaan asal China, menurut laporan TechRadar Pro.
Perjalanan tersebut memberi lapisan lain pada kutipan Brooks. Gagasannya lahir dari perdebatan tentang cara robot mempelajari dunia, lalu menjadi bagian dari sejarah perusahaan yang membuat produk robot konsumen.
Sementara industri kembali menaruh perhatian pada AI fisik, kalimat Brooks tetap menantang asumsi bahwa mesin harus membangun salinan dunia yang rumit di dalam dirinya sebelum dapat berinteraksi dengannya.
Dalam “Elephants Don’t Play Chess”, Brooks merumuskan arah berbeda: “The world is its own best model”.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.