JAKARTA — Bagi perusahaan yang mengembangkan layanan AI, separuh warga dewasa AS belum menjadi pengguna chatbot. Survei Pew Research Center menemukan 51 persen orang dewasa di Amerika Serikat tidak pernah memakai chatbot, dan kebanyakan dari mereka belum berminat untuk mulai menggunakannya.
Penolakan itu bukan terutama soal tak paham cara memakai teknologi. Pew mendapati kurang dari sepertiga nonpengguna menyebut ketidaktahuan sebagai alasan utama. Dua pertiga dari mereka juga mengatakan kecil kemungkinan akan memakai chatbot dalam 12 bulan ke depan.
Pengguna chatbot AI berbeda menurut usia
Kelompok berusia 65 tahun ke atas paling jarang menggunakan chatbot. Sekitar tiga perempat responden dalam kelompok usia ini mengatakan tidak pernah memakainya.
Namun, jarak antargenerasi tidak hanya terlihat pada kelompok tertua. Sebanyak 58 persen orang dewasa berusia 50 hingga 64 tahun juga tidak menggunakan chatbot. Di antara warga berusia 18 hingga 29 tahun, yang paling sering memakai teknologi ini, sepertiganya tetap mengatakan tidak pernah menggunakannya.
Secara umum, sekitar empat dari sepuluh orang dewasa di bawah usia 50 tahun mengaku sama sekali tidak memakai chatbot. Angka itu menegaskan bahwa penggunaan yang lebih tinggi di kalangan muda belum berarti chatbot sudah menjadi kebiasaan bagi semua orang dalam kelompok tersebut.
Pengguna hanya unggul tipis atas mereka yang tidak pernah memakai chatbot. Dengan 51 persen orang dewasa mengaku tidak menggunakannya, pengguna masih menjadi kelompok minoritas di AS—meski selisihnya kecil.
Kurang minat jadi alasan utama tidak memakai chatbot
Data Pew menggeser dugaan bahwa orang menghindari chatbot karena kesulitan teknis. Kurang dari sepertiga nonpengguna menyebut tidak tahu cara menggunakan teknologi itu sebagai alasan besar. Kekhawatiran mengenai penilaian orang lain juga tampaknya bukan penghalang utama: kurang dari satu dari lima responden mencemaskannya.
Temuan ini penting bagi penyedia layanan AI. Menambah fitur atau membuat antarmuka lebih mudah belum tentu cukup untuk mendorong orang mencoba chatbot, jika persoalan utamanya adalah mereka memang tidak tertarik. Bagi pengguna layanan digital, angka tersebut juga menunjukkan bahwa pemakaian chatbot yang ramai dibicarakan tidak otomatis mencerminkan kebiasaan mayoritas warga.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.