Catatan Kemenhub juga merinci jenis gangguan lain. Sebanyak 745 penerbangan mengalami keterlambatan, 15 penerbangan dialihkan atau divert, dan 6 penerbangan kembali ke bandara asal atau RTB. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak hanya berupa pembatalan, tetapi juga perubahan jadwal dan rute.
Wings Air mencatat jumlah pembatalan dan penundaan tertinggi, sebanyak 226 penerbangan. Super Air Jet menyusul dengan 158 penerbangan, sedangkan Citilink mencatat 115 penerbangan dalam kelompok pembatalan dan penundaan itu. Untuk keterlambatan, Citilink berada di urutan teratas dengan 357 penerbangan, diikuti NAM Air sebanyak 212 penerbangan.
Wilayah dengan gangguan paling signifikan mencakup sejumlah bandara utama di Kalimantan, termasuk Bandara Supadio Pontianak dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. Dampak juga tercatat di beberapa titik di Sumatera dan Papua. Keterbatasan jarak pandang membuat keputusan operasional berhubungan langsung dengan keselamatan penerbangan, sekaligus berpotensi mengubah rencana perjalanan penumpang.
Bagi penumpang, gangguan itu berarti jadwal yang sudah direncanakan dapat berubah, penerbangan tertunda, atau perjalanan dibatalkan.
Kemenhub meminta maskapai memenuhi hak penumpang terdampak, termasuk kompensasi, penjadwalan ulang, dan pengembalian biaya tiket secara penuh atau full refund sesuai regulasi yang berlaku.
Pemenuhan hak tersebut menjadi perhatian berikutnya bagi maskapai selama dampak karhutla masih memengaruhi operasi penerbangan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.