Rabu, 14 Oktober 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

15 Daerah di Sulut Waspada Kekeringan dan Risiko Kebakaran Lahan

15 Daerah di Sulut Waspada Kekeringan dan Risiko Kebakaran Lahan
15 Daerah di Sulut Waspada Kekeringan dan Risiko Kebakaran Lahan

MANADO — Kekeringan Sulut berpotensi mengganggu ketersediaan air bersih warga dan meningkatkan risiko kebakaran lahan. BMKG menetapkan 15 kabupaten dan kota di Sulawesi Utara dalam kategori awas potensi kekeringan meteorologis pada pertengahan Oktober 2026.

Peringatan itu berlaku saat BMKG tidak melihat potensi curah hujan tinggi di Sulawesi Utara pada dasarian II, yakni 11 hingga 20 Oktober 2026. Warga di wilayah yang masuk daftar perlu mewaspadai berkurangnya air untuk kebutuhan sehari-hari serta kondisi lahan yang mengering.

“Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi (PDCHT) Dasarian II Oktober 2026 (tanggal 11-20 Oktober 2026), tidak terdapat potensi curah hujan tinggi di wilayah Sulawesi Utara,” kata Kepala Stasiun Klimatologi Sulawesi Utara Aris Yunatas di Manado, sebagaimana dikutip pada Rabu (14/10/2026).

Daerah yang masuk kategori awas kekeringan Sulut

Peringatan BMKG mencakup kabupaten dan kota di daratan Sulawesi Utara hingga wilayah kepulauan. Sejumlah kecamatan di Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Selatan, Kotamobagu, Bitung, Manado, dan Tomohon disebut dalam daftar wilayah kategori awas.

Potensi serupa juga mencakup Kabupaten Minahasa, Minahasa Tenggara, Minahasa Selatan, Minahasa Utara, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, serta Kepulauan Talaud. Bahan sumber tidak merinci kecamatan di wilayah-wilayah tersebut.

Di Kabupaten Bolaang Mongondow, kecamatan yang berpotensi terdampak ialah Passi Barat, Sangtombolang, Dumoga Tengah, Dumoga Barat, Dumoga Timur, Dumoga Utara, Lolak, Bolaang, Lolayan, Poigar, Passi Timur, Bolaang Timur, Bilalang, dan Dumoga Tenggara.

Untuk Bolaang Mongondow Utara, daftar mencakup Sangkub, Bintauna, Bolangitang Timur, Bolangitang Barat, Kaidipang, dan Pinogaluman. Di Bolaang Mongondow Timur, wilayah yang disebut meliputi Tutuyan, Motongkad, Kotabunan, Nuangan, Modayag, dan Modayag Barat.

Sementara itu, potensi kekeringan di Bolaang Mongondow Selatan meliputi Pinolosian Timur, Tomini, dan Helumo. Seluruh kecamatan di Kota Kotamobagu masuk daftar: Kotamobagu Selatan, Kotamobagu Timur, Kotamobagu Utara, dan Kotamobagu Barat.

Risiko bagi pasokan air dan lahan

Di Kota Bitung, kecamatan yang masuk daftar ialah Maesa, Ranowulu, Aertembaga, Matuari, Lembeh Utara, dan Madidir. Di Kota Manado, wilayahnya meliputi Malalayang, Mapanget, Bunaken, Tuminting, Tikala, Bunaken Kepulauan, Paal Dua, Wenang, Sario, Singkil, dan Wanea. Adapun di Tomohon, daftar mencakup Tomohon Barat, Tomohon Selatan, dan Tomohon Timur.

Bagi warga di kecamatan tersebut, peringatan ini berhubungan langsung dengan kebutuhan rumah tangga. Jika ketersediaan air menurun, kegiatan sehari-hari dapat terdampak; kondisi lahan yang kering juga meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran.

BMKG tidak menyebut dalam bahan sumber adanya gangguan pasokan air yang sudah terjadi, sehingga peringatan ini menunjukkan potensi risiko, bukan laporan dampak yang telah berlangsung.

Informasi yang tersedia juga tidak menyebut langkah penanganan khusus atau prakiraan kapan kondisi kekeringan akan berakhir. Karena itu, warga dapat mengikuti pembaruan resmi BMKG dan memperhatikan kondisi air di lingkungan masing-masing, terutama selama periode yang tercantum dalam peringatan.

BMKG menyatakan tidak ada potensi curah hujan tinggi di Sulawesi Utara selama 11 hingga 20 Oktober 2026.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 14 Oktober 2026: Cara Cek NIK KTP Online