JAKARTA — Ancaman AI botnet yang bisa menyalin diri ke perangkat IoT belum terbukti siap menyebar di dunia nyata. Anthropic melaporkan sejumlah uji yang menunjukkan model AI dapat menjalankan beberapa tahap replikasi, tetapi eksperimennya memakai lingkungan yang sengaja disiapkan agar mudah diserang.
Perusahaan pembuat Claude itu memperingatkan bahwa model kecil yang makin cakap berpotensi menyebarkan worm AI melalui perangkat terhubung internet. Namun, risetnya belum menunjukkan model tersebut mampu menemukan dan mengeksploitasi kerentanan perangkat secara mandiri, dua kemampuan penting untuk membangun ancaman nyata.
Laporan Anthropic, yang dikutip media teknologi internasional, menguji inferensi AI pada perangkat murah serta upaya menyebarkan model antarnode. Hasilnya menunjukkan kemungkinan teknis dalam kondisi terbatas, bukan bukti bahwa botnet AI sudah beroperasi atau dapat segera mengambil alih perangkat IoT konsumen.
Apa yang berhasil ditunjukkan dalam uji Anthropic?
Dalam satu eksperimen, peneliti menjalankan Gemma4-26B-A4B secara terdistribusi di 15 perangkat kotak streaming Android generik. Model itu dapat melakukan inferensi dengan kecepatan 0,39 token per detik. Perangkat semacam ini kerap menjadi sasaran malware botnet tradisional karena pengamanannya longgar.
Uji tersebut membuktikan model dapat melakukan inferensi dengan lapisan-lapisan yang tersebar di perangkat murah. Tetapi, Anthropic mengakui demonstrasi itu tidak membuktikan model mampu menyalin dirinya sendiri.
Untuk menguji penyebaran, tim menggunakan GLM 5.2 dari Z.ai untuk memindahkan salinan Llama3.1-8B ke delapan instans Google Cloud yang menjalankan emulator Android 15 dalam jaringan privat virtual. Model berhasil mencapai seluruh delapan node dalam empat dari lima percobaan. Pada percobaan lainnya, model mencapai tujuh node.
Anthropic menyatakan GLM-5.2 tampak mampu menjalankan tahapan enumerasi jaringan, pengiriman muatan, dan menyiapkan inferensi. Perusahaan menilai model kecil masa depan dengan tingkat kemampuan serupa mungkin dapat melakukan rangkaian itu juga.
Eksperimen belum menguji jalur serangan utama
Ada batas penting. Anthropic menyebut peneliti “largely ignore the cyber exploit element of the replication process”—mengabaikan sebagian besar unsur eksploitasi siber dalam proses replikasi. Alasannya, riset terdahulu disebut telah menunjukkan model kecil bisa melakukan eksploitasi siber jika diberi alat yang tepat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.