Rabu, 14 Oktober 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Pesawat Ditolak Mendarat di Israel gegara Pilotnya WNI

Pesawat Ditolak Mendarat di Israel gegara Pilotnya WNI
Pesawat kargo Ethiopian Airlines kembali ke Addis Ababa setelah Israel menolak pendaratan

TEL AVIV — Pesawat kargo Ethiopian Airlines dari Addis Ababa berbalik arah setelah Israel menolak pendaratannya karena pilotnya warga negara Indonesia (WNI). Pesawat itu kembali ke Addis Ababa, lalu berangkat lagi setelah maskapai mengganti pilot dan akhirnya mendarat di Tel Aviv.

Insiden tersebut terjadi pada malam antara hari Minggu dan Senin. Penolakan itu berkaitan dengan tidak adanya hubungan diplomatik antara Israel dan Indonesia, menurut laporan The Times of Israel dan TRT World yang dikutip pada Selasa (13/10/2026).

Pilot WNI dilaporkan ke otoritas bandara

Channel 12 melaporkan intelijen Israel menyampaikan kewarganegaraan pilot kepada otoritas bandara. Informasi itu menjadi dasar pejabat keamanan dan Kementerian Transportasi melarang pesawat tersebut mendarat.

Ethiopian Airlines menyebut kejadian itu sebagai kesalahan. Maskapai mengatakan tidak mengetahui bahwa pilotnya dilarang mengoperasikan penerbangan menuju Israel. Setelah pilot diganti, pesawat melanjutkan perjalanan dan mendarat di Tel Aviv.

Dampaknya langsung terasa pada penerbangan: pesawat harus mengubah rute dan melakukan perjalanan kembali sebelum bisa melanjutkan ke tujuan. Bagi maskapai asing, insiden ini menunjukkan bahwa penugasan awak berkewarganegaraan tertentu dapat menentukan apakah penerbangan diizinkan mendarat di Israel.

Aturan awak diperketat setelah serangan

Penolakan itu terjadi kurang dari dua minggu setelah insiden di dalam penerbangan flydubai dari Dubai menuju Tel Aviv. Seorang pilot asal Oman menikam kopilotnya dalam upaya menabrakkan pesawat ke Bandara Ben Gurion. Aksi tersebut digagalkan setelah beberapa penumpang turun tangan.

Setelah insiden flydubai, ratusan awak pesawat dari negara-negara yang dianggap musuh telah terbang ke Israel. Otoritas Israel menilai keadaan itu menimbulkan risiko keamanan besar. Kementerian Transportasi kemudian dilaporkan memperketat aturan bagi maskapai asing yang melayani penerbangan ke negara tersebut.

Channel 12 melaporkan Israel menginstruksikan maskapai penerbangan asing agar tidak menugaskan awak dari negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel untuk penerbangan menuju negara itu. Pembatasan yang dilaporkan mencakup warga negara Afghanistan, Aljazair, Indonesia, Iran, Irak, Kuwait, Niger, Qatar, Arab Saudi, Somalia, dan Venezuela.

Aturan itu disebut memperluas pembatasan terhadap awak pesawat. Sebelumnya, pilot dan awak berkewarganegaraan Iran, Irak, Lebanon, dan Pakistan dilaporkan dapat terbang ke Israel dengan mudah. Kini, kewarganegaraan awak menjadi bagian dari pertimbangan keamanan penerbangan.

Dalam kasus Ethiopian Airlines, pesawat tidak dibatalkan seluruhnya. Maskapai mengganti pilot, lalu mengirim pesawat itu kembali ke Tel Aviv. Menurut laporan yang dikutip, penerbangan akhirnya mendarat setelah perubahan awak tersebut.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda