Pajak turis Thailand masih berupa pertimbangan
Di Thailand, pemerintah mempertimbangkan pajak keberangkatan sebesar 1.000 baht bagi turis lokal dan asing. Pemerintah juga mengusulkan biaya kedatangan jalur udara sebesar 450 baht. Pungutan tersebut dimaksudkan untuk menambah pendapatan negara ketika anggaran mengalami defisit sekitar 3-4 persen dari PDB.
Usulan itu datang saat pemulihan pariwisata belum sepenuhnya kuat. Hingga 10 Oktober 2026, Thailand mencatat 24 juta kunjungan wisatawan asing, turun 4 persen secara tahunan. Otoritas Pariwisata Thailand memproyeksikan jumlah kunjungan mencapai 33 juta sepanjang tahun.
Besaran pungutan dapat berpengaruh pada biaya perjalanan, tetapi dampaknya terhadap keputusan wisatawan belum dipastikan. Asosiasi Agen Perjalanan Thailand memperingatkan kenaikan biaya keberangkatan berisiko menekan jumlah penumpang maskapai dan menghambat pertumbuhan sektor penerbangan regional.
Bagi pelancong, rencana tersebut berarti biaya perjalanan ke atau dari Thailand berpotensi berubah jika pungutan diberlakukan. Namun, bahan sumber hanya menyebut pemerintah sedang mempertimbangkannya; belum ada keterangan bahwa pajak dan biaya itu sudah resmi diterapkan. Karena itu, besaran yang disebut masih merujuk pada usulan.
Di Indonesia, perhatian berikutnya tertuju pada rincian program HP gratis dan rekening digital, termasuk siapa yang dapat menerima serta kapan pelaksanaannya. Sementara di Thailand, usulan pungutan masih diuji di tengah kekhawatiran pelaku perjalanan.
Asosiasi Agen Perjalanan Thailand memperingatkan bahwa kenaikan biaya keberangkatan berisiko menekan jumlah penumpang maskapai dan menghambat pertumbuhan sektor penerbangan regional.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.