JAKARTA — Rara Pawang Hujan mendadak dicari warganet setelah selebgram Riyuka Bunga mengunggah seruan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Unggahan di Threads itu mengajak publik mengalihkan perhatian dari drama selebritas dan berharap hujan turun di wilayah terdampak.
Riyuka menyinggung sejumlah konflik figur publik yang ramai dibahas, lalu meminta pengikutnya mencari kabar Rara. Seruan itu mengundang candaan, tanda akun, sekaligus permohonan agar hujan segera datang.
Seruan Riyuka Bunga ramai ditanggapi
Dalam unggahan di akun Threads @riyukabunga yang dikutip pada Rabu (14/10/26), Riyuka menulis: “Pinggirin dulu ajuju vs awkarin, atau ruben onsu vs sarwendah. Coba skrg kita cari mba rara lg di mana”.
Ia merujuk pada sejumlah persoalan selebritas yang sebelumnya mendapat perhatian publik, termasuk konflik Awkarin dan Aa Juju. Riyuka kemudian mengarahkan perhatian pada Rara Pawang Hujan, yang dikenal luas setelah namanya muncul dalam sejumlah acara besar di Indonesia.
Respons warganet datang dengan nada bercanda. Sebagian menyebut Rara seolah memegang kendali atas hujan, sementara pengguna lain menandai akun yang diduga miliknya agar pesan Riyuka terbaca.
“Nah ini yg paling bener. Soalnya beliau yg bawa remot langit.”
Ada pula yang mempertanyakan mengapa Rara baru dicari ketika karhutla sedang menjadi perhatian. Seorang pengguna Threads menulis, “HAHAHAHAHAHAHA.Kenapa baru kpikiran nyari mba rara skrg bung.”
Pengguna lain menandai akun @rarapawang_cahayatarot. Permintaan paling langsung datang dari warganet yang berharap hujan turun di Kalimantan: “Mba RARAAAAA TURUNIN HUJAN PLISSSS DI KALIMANTAN.”
Karhutla Kalimantan bukan sekadar bahan candaan
Di balik ramainya komentar, karhutla tetap menjadi persoalan lingkungan yang memerlukan penanganan serius. Kondisi kering dapat memperbesar risiko kebakaran, sedangkan asap dari titik api berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat dan kegiatan sehari-hari.
Hujan dapat membasahi lahan dan mengurangi kondisi kering yang mendukung penyebaran api. Namun, hujan bukan pengganti pemadaman dan pencegahan. Pengendalian karhutla juga membutuhkan pemantauan titik panas serta langkah dari pihak terkait.
Seruan Riyuka memperlihatkan bagaimana percakapan ringan di media sosial dapat membawa isu lingkungan ke tengah perhatian publik. Candaan tentang “remot langit” membuat unggahannya mudah dibagikan, tetapi persoalan yang dibicarakan menyentuh warga di kawasan terdampak dan orang-orang yang aktivitasnya bisa terganggu asap.
Karena itu, harapan agar hujan turun berjalan berdampingan dengan kebutuhan penanganan di lapangan. Respons warganet menunjukkan simpati, tetapi upaya memadamkan api dan mencegah titik kebakaran meluas tetap menjadi bagian penting dari penanganan karhutla.
Riyuka mengajak publik mengesampingkan sejenak drama selebritas. Di Threads, ia meminta warganet mencari Rara Pawang Hujan saat karhutla Kalimantan menjadi perhatian.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.