Kamis, 15 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Bahlil Target Ekspor Hilirisasi Nikel USD 45 M, Jadi Kunci Kemandirian Ekonomi

Bahlil Target Ekspor Hilirisasi Nikel USD 45 M, Jadi Kunci Kemandirian Ekonomi
Bahlil Target Ekspor Hilirisasi Nikel USD 45 M, Jadi Kunci Kemandirian Ekonomi

JAKARTA — Target ekspor nikel USD 45 miliar pada 2026 menjadi taruhan besar kebijakan hilirisasi yang didorong Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. Bahlil menyampaikan sasaran itu saat Trade Expo Indonesia 2026, Rabu (14/10), dengan harapan nilai tambah pengolahan di dalam negeri memperkuat kemandirian ekonomi.

Nilai ekspor mineral nikel, menurut Bahlil, sudah mencapai USD 34 miliar pada 2023 dan lebih dari USD 40 miliar pada 2025. Untuk tahun ini, ia memasang target minimal USD 45 miliar. Angka tersebut menjadi fokus karena hilirisasi nikel mencakup pembangunan industri dari pertambangan hingga baterai kendaraan listrik dan daur ulang.

Ekspor nikel naik setelah larangan bijih mentah

Bahlil membandingkan target itu dengan nilai ekspor nikel Indonesia pada 2017, yang saat itu mencapai USD 3,3 miliar. Ia mengatakan nilainya kemudian meningkat hingga sepuluh kali lipat setelah pemerintah menghentikan ekspor bijih nikel mentah dan mendorong pengolahan di dalam negeri.

Dalam pernyataan yang disampaikan di Trade Expo Indonesia, Bahlil menegaskan bahwa orientasi Indonesia perlu bergeser dari penjualan bahan mentah menuju produk dengan nilai tambah. “Hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional,” ujar Bahlil.

Catatan dari pemberitaan Katadata, Viva, dan Detik Finance juga menyebut target ekspor nikel US$45 miliar pada 2026 serta capaian lebih dari US$40 miliar pada 2025.

Namun, sumber pembanding tidak seragam dalam menguraikan beberapa rincian lain, termasuk konversi nilai target ke rupiah dan cakupan target investasi hilirisasi. Karena itu, artikel ini menggunakan angka dolar dan rincian peta jalan dari bahan utama.

Hilirisasi nikel dalam peta investasi hingga 2040

Target ekspor nikel berjalan berdampingan dengan peta jalan investasi hilirisasi yang lebih luas. Bahlil menyebut investasi hilirisasi untuk seluruh sektor ditargetkan mencapai USD 618 miliar hingga 2040, mencakup mineral dan batu bara, minyak dan gas bumi, kehutanan, perikanan, serta pertanian.

Pada sektor nikel, salah satu arah investasinya ialah membangun ekosistem baterai kendaraan listrik secara menyeluruh. Rantai yang disebut Bahlil dimulai dari pertambangan nikel, berlanjut ke pengolahan dan produksi battery pack, lalu mencakup daur ulang. Artinya, target pemerintah tidak hanya bertumpu pada penjualan hasil tambang atau produk olahan awal.

Bagi industri dan pekerja, dampaknya bergantung pada seberapa jauh kegiatan pengolahan memunculkan usaha pendukung, membuka pekerjaan, dan melibatkan perusahaan nasional.

Bahlil menyebut hilirisasi dapat mendorong partisipasi pengusaha Indonesia, memperkuat penguasaan teknologi, serta memperluas pasar produk bernilai tambah. Bagi perekonomian, pergeseran itu menentukan apakah kenaikan nilai ekspor juga menumbuhkan kemampuan produksi di dalam negeri.

Perdebatan dagang dan dorongan energi hijau

Kebijakan penghentian ekspor bijih nikel juga memicu penolakan dari sejumlah pihak. Bahlil mengatakan kebijakan hilirisasi digugat Uni Eropa ke World Trade Organization (WTO), tetapi pemerintah melihat penciptaan nilai tambah sebagai bagian dari agenda ekonomi nasional.

Ia juga mengaitkan pengembangan industri dengan penggunaan energi baru terbarukan. Menurut Bahlil, pasar global semakin mencari produk yang dihasilkan melalui energi dan industri hijau, yang dinilainya memiliki nilai lebih tinggi dibanding produk berbasis energi fosil.

Perubahan menuju produksi yang lebih rendah emisi menjadi tantangan bagi rantai pasok nikel yang hendak memasok industri baterai. Target ekspor yang lebih tinggi perlu berjalan seiring pembangunan ekosistem dari hulu ke hilir dan dorongan energi bersih yang disampaikan pemerintah. Bahlil menetapkan sasaran ekspor mineral nikel minimal USD 45 miliar pada 2026.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair