Kamis, 15 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Daftar Motor yang Diklaim Irit BBM, Tembus 70 Km per Liter

Daftar Motor yang Diklaim Irit BBM, Tembus 70 Km per Liter
Daftar Motor yang Diklaim Irit BBM, Tembus 70 Km per Liter

JAKARTA — Motor irit BBM bisa membantu menekan biaya perjalanan harian, tetapi angka konsumsi yang tinggi tidak otomatis sama dengan hasil saat dipakai di jalan. Daftar motor irit BBM ini memuat klaim dan hasil pengujian beberapa model, termasuk Yamaha Gear Ultima yang mencapai 74,5 km/liter dalam pengujian di Semarang.

Data Yamaha Indonesia yang dikutip VIVA Otomotif pada Kamis (15/10/2026) itu berasal dari pengujian dengan metode full-to-full. Rutenya mencakup jalan perkotaan dan tanjakan. Yamaha juga mencatat hasil berbeda saat Gear Ultima diuji di Bali.

Daftar motor irit BBM dan angka pengujiannya

Gear Ultima mencatat konsumsi 68,17 km/liter dalam pengujian di Bali. Yamaha melaporkan rata-rata 61,54 km/liter dari rangkaian pengujian tersebut. Perbedaan hasil itu memperlihatkan bahwa angka konsumsi dapat berubah mengikuti kondisi jalan dan cara berkendara.

Yamaha Grand Filano Hybrid memiliki catatan 60,2 km/liter berdasarkan pengujian WMTC yang dipublikasikan pabrikan. Motor matik bermesin 125 cc ini menggunakan teknologi Blue Core Hybrid, begitu pula Yamaha Fazzio yang mencatat 58 km/liter dengan metode WMTC.

Untuk Honda, BeAT generasi sebelumnya pernah mencatat 60,6 km/liter. Angka itu menggunakan metode ECE R40 dengan fitur Idling Stop System aktif. Honda Scoopy generasi terdahulu mencatat 59 km/liter berdasarkan metode dan fitur serupa.

Honda Supra X 125 FI generasi sebelumnya mencatat 57,2 km/liter dalam pengujian ECE R40 untuk standar Euro 3. Angka tersebut tercantum dalam brosur resmi Honda. Namun, data itu bukan hasil untuk model terbaru.

Mengapa angka konsumsi tidak bisa dibandingkan langsung?

Angka-angka tersebut berasal dari model, tahun, dan metode pengujian yang berbeda. Karena itu, urutan konsumsi di atas tidak bisa dibaca sebagai perbandingan langsung antara semua motor. Metode full-to-full yang digunakan dalam pengujian Gear Ultima, misalnya, berbeda dari WMTC pada Grand Filano Hybrid dan Fazzio maupun ECE R40 pada model Honda.

Perbedaan itu penting saat mempertimbangkan biaya perjalanan. Angka hasil uji memberi gambaran tentang efisiensi dalam kondisi tertentu, bukan jaminan bahwa motor akan mencapai konsumsi yang sama dalam rutinitas harian. Jalan padat, tanjakan, beban kendaraan, perawatan, dan kebiasaan pengendara ikut berpengaruh.

Bagi pengguna yang menempuh perjalanan rutin, hasil pengujian bisa menjadi salah satu bahan pertimbangan, tetapi kebutuhan dan kondisi pemakaian tetap perlu diperhitungkan. Perjalanan dengan banyak berhenti, misalnya, tidak sama dengan rute pengujian yang ditentukan pabrikan. Klaim konsumsi juga perlu dibaca bersama metode yang digunakan dan generasi kendaraan yang diuji.

Karena itu, sebelum memilih motor berdasarkan angka irit BBM, calon pembeli perlu memastikan model dan tahun kendaraan yang dimaksud. Data BeAT, Scoopy, dan Supra X 125 FI dalam daftar ini berasal dari generasi sebelumnya, sedangkan catatan Gear Ultima, Grand Filano Hybrid, dan Fazzio merujuk pada pengujian yang disebut dalam publikasi Yamaha.

Perbandingan yang lebih adil baru bisa dibuat jika model diuji dengan metode dan kondisi yang sama. Sampai ada data seperti itu, klaim konsumsi sebaiknya diperlakukan sebagai acuan awal, bukan kepastian biaya bensin dalam pemakaian sehari-hari.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 15 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis