TANGERANG — Ajang Trade Expo Indonesia 2026 menjadi panggung bagi produk lokal Kota Tangerang untuk mencari pembeli dari pasar yang lebih luas. Pemerintah Kota Tangerang membawa empat produk Industri Kecil Menengah (IKM) unggulan yang dinilai memiliki potensi ekspor ke pameran di ICE BSD Tangerang, Banten.
Kepala Bidang Perindustrian Dinas IndagkopUKM Kota Tangerang Muhammad Ali Furqon mengatakan produk yang ditampilkan telah memiliki kualitas dan kapasitas untuk memenuhi standar ekspor, baik melalui pesanan khusus maupun jalur distribusi reguler. Keikutsertaan itu menjadi partisipasi ketiga Pemkot Tangerang secara berturut-turut di TEI.
“Kami menghadirkan empat IKM unggulan Kota Tangerang yang secara kualitas dan kapasitas produk sudah mampu memenuhi standar ekspor, baik melalui pesanan khusus maupun jalur distribusi reguler,” kata Ali di Tangerang, Rabu.
Produk lokal Tangerang mencari pasar ekspor
Menurut Ali, produk-produk yang dibawa ke pameran disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Kehadiran pelaku usaha di TEI memberi kesempatan untuk memperkenalkan produk secara langsung, sekaligus membuka peluang pertemuan dengan calon pembeli dan jalur distribusi.
Bagi IKM, akses pasar menjadi persoalan penting setelah produk siap dipasarkan. Pameran dagang dapat mempertemukan produsen dengan calon mitra, sementara respons pengunjung membantu pelaku usaha membaca minat terhadap produk yang mereka tawarkan. Namun, peluang transaksi tetap bergantung pada kecocokan produk dan kebutuhan pasar.
Salah satu peserta adalah Maredo Gustam, pemilik Kopi SH & Mesin Roasting. Ia membawa kopi robusta dan mesin sangrai buatan lokal untuk diperkenalkan kepada pengunjung TEI 2026.
“Ini peluang luar biasa. Kami membawa Kopi SH yang terbuat dari 100 persen kopi robusta sebagai ikon Kota Tangerang, serta mesin roasting buatan asli anak daerah. Kami percaya produk dari Tangerang mampu bersaing dan siap untuk dunia,” ujar Maredo.
Produk yang dibawa Maredo memperlihatkan dua jenis tawaran dari satu pelaku usaha: kopi sebagai produk konsumsi dan mesin sangrai sebagai peralatan produksi. Keduanya dapat memperkenalkan kemampuan usaha lokal kepada calon mitra dengan kebutuhan yang berbeda. Maredo menyebut TEI sebagai wadah untuk membawa identitas lokal Kota Tangerang ke pasar internasional.
Find Meera menyasar pasar Afrika
Peserta lain, Find Meera, menargetkan pasar ekspor seperti Afrika. Perwakilan usaha itu menyebut fokus tersebut sudah dijalankan sejak bergabung dengan Indagkop pada 2024.
“Sejak bergabung dengan Indagkop pada 2024, fokus pasar Find Meera memang menyasar pasar ekspor seperti Afrika. Keikutsertaan di TEI sangat membantu keberlanjutan ekonomi usaha kami,” ungkapnya.
Find Meera juga melibatkan penjahit dan pegiat ekonomi kreatif di Kota Tangerang dalam pembuatan produknya. Model kolaborasi ini menghubungkan kegiatan usaha dengan keterampilan pelaku kreatif setempat. Jika permintaan pasar berkembang, keberlanjutan kerja sama akan berpengaruh pada kesempatan produksi bagi mitra lokal.
Bagi masyarakat dan industri kreatif daerah, peluang ekspor tidak hanya berkaitan dengan penjualan ke luar negeri. Pesanan yang berlanjut dapat menjaga aktivitas usaha dan memberi ruang kerja bagi pihak yang terlibat dalam produksi. Karena itu, keberhasilan promosi di pameran juga bergantung pada kemampuan pelaku usaha menjaga mutu, kapasitas, dan kesinambungan pasokan.
“Seluruh produk kami merupakan hasil kolaborasi dengan para penjahit dan pegiat ekonomi kreatif di Kota Tangerang. Kami berharap sinergi ini terus berjalan agar sektor kreatif daerah terus berkembang,” kata perwakilan Find Meera.
TEI jadi panggung promosi IKM
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah turut meninjau booth pameran Pemerintah Kota Tangerang. Ia mengapresiasi keikutsertaan pemerintah daerah dan menilai tata kelola booth Kota Tangerang memadai serta strategis.
Apresiasi itu menyoroti peran penataan stan dalam memperkenalkan produk kepada pengunjung. Bagi IKM yang ingin menjangkau pembeli baru, cara produk ditampilkan menjadi bagian dari komunikasi dagang: pengunjung perlu mengenali apa yang dijual dan siapa pembuatnya. Pameran pun menjadi ruang promosi sekaligus pertemuan antara produk daerah dan calon pasar.
Empat IKM yang dibawa Pemkot Tangerang menawarkan produk dengan karakter berbeda, sementara pelaku usaha menyampaikan sasaran pasar masing-masing. Bagi Kopi SH, TEI menjadi kesempatan memperkenalkan kopi robusta dan mesin roasting lokal. Find Meera menempatkan pasar Afrika sebagai salah satu sasaran ekspornya.
Partisipasi Pemkot Tangerang di TEI 2026 tercatat sebagai yang ketiga secara berturut-turut. Empat IKM unggulan tampil membawa produk yang dinilai mampu memenuhi standar ekspor.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.