Eksplorasi warna juga memberi ruang untuk menyesuaikan tampilan dengan selera pribadi. Atasan sederhana dapat dipadukan dengan denim berwarna lembut, sementara pilihan luaran membantu mengubah kesan pakaian sesuai kegiatan. Bukan aturan berpakaian yang kaku, melainkan ragam kemungkinan dari satu bahan yang sudah akrab.
KD sendiri mengaku menyukai jeans sejak muda. Baginya, kesan sebuah busana dapat berubah melalui pilihan potongan dan padu padan. “Fashion bukan sekadar tentang bagaimana kita terlihat, tapi tentang bagaimana kita merasa nyaman dan percaya diri,” kata KD dalam kesempatan yang sama.
Kebiasaan KD merawat jeans
Dalam kesehariannya, KD memakai denim untuk berbagai keperluan, termasuk perjalanan ke bandara dan kegiatan di luar panggung. Ia juga mengenakannya saat latihan wushu. Kaus dan kemeja menjadi pilihan atasan yang mudah dipadukan, sementara outer dapat melengkapi tampilan, termasuk bagi perempuan berhijab.
Perbedaan kebutuhan itu menunjukkan alasan denim tetap punya tempat dalam rutinitas: pemakainya dapat mengubah tampilan lewat atasan dan luaran, sementara bahan utamanya tetap nyaman untuk beragam kegiatan. Bagi perempuan dengan jadwal yang tidak seragam, pilihan padu padan sederhana dapat membantu busana menyesuaikan situasi tanpa harus meninggalkan gaya personal.
KD juga membagikan kebiasaan merawat koleksi jeans yang telah ia sukai sejak muda. Ia memilih menggantung celana denim, bukan melipatnya, agar bentuk dan potongannya tetap terjaga. Ia menyebut jeans tidak harus dicuci setiap kali selesai dikenakan.
Kebiasaan itu sejalan dengan gagasan memakai denim dalam jangka panjang: merawat bentuk pakaian dan tidak menjadikan pencucian sebagai rutinitas setiap selesai pakai. Pada koleksi yang berangkat dari kebiasaan sehari-hari KD, detail sederhana seperti cara menyimpan jeans ikut menjadi bagian dari cerita POISE.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.