JAKARTA — Kepemilikan Low Tuck Kwong di BYAN kembali naik setelah pengendali PT Bayan Resources Tbk itu membeli 100.001.000 saham senilai Rp 1,12 triliun. Transaksi pada Rabu (14/10) membuat porsi saham Low bertambah menjadi 10,25%, setelah sebelumnya turun tajam usai penjualan besar pada 7 Oktober.
Menurut laporan terbaru pada Kamis (15/10), Low membeli saham tersebut dengan harga Rp 11.200 per saham. Kepemilikannya berubah dari 3,31 miliar saham atau 9,95% menjadi 3,41 miliar saham atau 10,25%.
Pergerakan ini terjadi setelah Low melepas 10,06 miliar saham BYAN, yang membuat kepemilikannya turun dari 40,15% menjadi 9,95%. Sebelum pembelian terbaru, ia juga membeli 500 ribu saham BYAN pada Selasa (13/10), dengan harga Rp 11.200 per saham.
Kepemilikan BYAN bergerak setelah transaksi besar
Penjualan saham pada 7 Oktober itu bertepatan dengan pembelian 30,20% saham BYAN oleh PT Jhonlin Baratama, perusahaan milik Haji Isam. Jhonlin membeli 10,06 miliar saham dengan harga Rp 2.588 per saham. Nilai transaksi yang disebut dalam bahan sumber mencapai Rp 26,05 triliun.
Jhonlin Baratama kemudian kembali membeli 16,66 juta saham BYAN. Setelah transaksi itu, kepemilikannya tercatat menjadi 30,25%.
Rangkaian transaksi tersebut mengubah komposisi kepemilikan saham BYAN dalam waktu berdekatan. Bagi investor, perubahan porsi pemegang saham utama menjadi informasi penting untuk dicermati saat menilai struktur pengendalian emiten. Namun, data sumber hanya merinci jumlah saham dan persentase kepemilikan; tidak ada keterangan mengenai alasan Low menjual lalu kembali membeli sahamnya.
Karena itu, aksi beli kembali tersebut belum cukup untuk menyimpulkan arah strategi Low terhadap BYAN. Angka kepemilikan terbaru menunjukkan porsinya naik dari 9,95% menjadi 10,25%, sementara Jhonlin Baratama tercatat menggenggam 30,25%. Kedua angka itu menggambarkan perubahan posisi kepemilikan, bukan penjelasan atas tujuan transaksi.
Low masih tercatat sebagai orang terkaya Indonesia
Transaksi terbaru juga berlangsung saat kekayaan Low tercatat mencapai US$ 15,3 miliar atau setara Rp 273,83 triliun. Berdasarkan Forbes Billionaires Real Time per Kamis (15/10), Low menempati posisi orang terkaya nomor wahid di Indonesia.
Di bawah Low, bos Grup Djarum Robert Budi Hartono dan pemilik Barito Grup Prajogo Pangestu masing-masing tercatat memiliki kekayaan US$ 12,9 miliar. Data tersebut memberi konteks pada besarnya nilai kekayaan Low, tetapi tidak menjelaskan sumber dana untuk pembelian saham BYAN.
Catatan sumber juga menyebut kekayaan Low tergerus US$ 8,5 miliar sejak 6 Januari 2026. Pada tanggal itu, kekayaannya disebut mencapai Rp 23,8 miliar dan ia berada di posisi orang terkaya nomor dua di Indonesia, di bawah Prajogo Pangestu. Angka dan posisi tersebut merujuk pada waktu yang berbeda dari peringkat Forbes per 15 Oktober.
Fokus investor kini tertuju pada perubahan kepemilikan yang tercatat dalam laporan transaksi. Pembelian terbaru Low mencakup 100.001.000 saham BYAN pada harga Rp 11.200 per saham.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.