Angka tersebut penting bagi investor karena inflasi yang bertahan tinggi dapat mengubah cara mereka membandingkan peluang investasi. Saham berisiko, termasuk perusahaan yang harganya ditopang ekspektasi pertumbuhan, harus bersaing dengan pilihan lain yang dinilai lebih menarik.
Bahan sumber tidak merinci respons kebijakan moneter setelah data PPI tersebut, sehingga dampak lanjutannya belum dapat dipastikan dari informasi yang tersedia.
Alex Shahidi, salah satu kepala investasi bersama di Evoke, bagian dari MAI Capital Management, mengatakan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut menjadi tolok ukur. “Ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS mencapai 5%, level tertinggi sejak awal 2000-an, investor akan mulai membandingkannya dengan mengambil taruhan besar pada AI,” kata Shahidi.
Menurut Shahidi, persoalannya bukan sekadar memilih berinvestasi di AI atau tidak. Investor juga perlu mempertimbangkan seberapa besar konsentrasi dana yang ditempatkan di sektor itu. Pernyataan tersebut menggambarkan pertimbangan yang muncul saat imbal hasil obligasi dan risiko saham teknologi sama-sama masuk dalam kalkulasi pasar.
Saham di luar teknologi ikut menopang Wall Street
Penguatan pada Kamis juga datang dari luar sektor teknologi. Saham peritel Walmart naik 1,5%, sedangkan saham Nike melonjak lebih dari 5%. Kenaikan itu membantu memperlihatkan bahwa perhatian investor tidak hanya tertuju pada perusahaan AI dan produsen cip.
Namun, sejumlah saham yang terkait AI juga berbalik naik. Saham CoreWeave meningkat hampir 6% setelah melemah pada perdagangan sebelumnya. Pada sesi sebelumnya, saham perusahaan itu anjlok lebih dari 15% karena investor khawatir perusahaan terlalu banyak berutang untuk membiayai pembangunan infrastruktur AI. Imbal hasil obligasi korporasi CoreWeave juga melonjak.
Pergerakan CoreWeave menunjukkan bahwa optimisme terhadap kebutuhan infrastruktur AI berjalan beriringan dengan kekhawatiran mengenai pembiayaannya. Bagi investor, prospek permintaan saja belum cukup; beban utang dan biaya pendanaan juga menjadi bagian dari penilaian risiko.
Sementara itu, saham Micron Technology berbalik menguat setelah sempat melemah pada awal perdagangan dan ditutup naik hampir 2%.
Perdagangan Kamis berakhir dengan kenaikan di ketiga indeks utama, tetapi selisih penguatannya menunjukkan pasar masih memilah sektor dan perusahaan. Inflasi produsen yang meningkat, persaingan cip memori, serta perhatian terhadap utang perusahaan AI menjadi faktor yang terus dicermati investor.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.