Untuk organisasi yang menyimpan kunci kriptografi, data biometrik, atau dokumen penting, serangan siber bukan satu-satunya risiko: data juga bisa berubah atau hilang saat teknologi penyimpanan usang. Biomemory memperkenalkan DNA Shield, layanan penyimpanan data digital dalam DNA sintetis yang dirancang tetap luring dan tidak dapat diubah.
Perusahaan penyimpanan data DNA asal Prancis itu membuka slot uji coba mulai 15 Oktober 2026 hingga pertengahan 2027. Layanan penuh diperkirakan menyusul setelah masa uji coba, sementara biaya berlangganan dimulai dari €10.000 per bulan. Informasi ini dilaporkan TechRadar.
Biomemory DNA Shield menyasar data yang jarang berubah
DNA Shield ditujukan untuk organisasi yang perlu menyimpan aset digital dalam jangka panjang, bukan data yang harus terus diakses atau diperbarui. Contohnya mencakup kunci kriptografi, catatan yang diatur regulasi, kekayaan intelektual, rancangan teknis, serta pengetahuan khusus milik organisasi.
TechRadar menjelaskan, data yang disebut “cold data” mencakup 60% dari seluruh data di dunia. Istilah itu merujuk pada informasi yang tidak perlu diubah, seperti kata sandi, biometrik, catatan keuangan, atau fakta yang perlu dipertahankan sebagai rekaman.
Biomemory mengodekan informasi ke DNA sintetis dengan skema yang dirancang agar penyimpanannya aman secara biologis. Molekul DNA menyimpan informasi tanpa membutuhkan daya, sehingga perusahaan mengarahkannya sebagai media arsip luring, terpisah dari jaringan yang biasa menjadi jalur serangan siber.
Penyimpanan molekuler dengan akses terbatas
Menurut Biomemory, media DNA yang dipakai dapat menampung data dengan kepadatan satu juta kali lebih tinggi dibanding penyimpanan magnetik. Perusahaan juga menyebut potensi masa simpan hingga 150 tahun. Angka dan klaim tersebut berasal dari keterangan perusahaan yang dikutip TechRadar, bukan hasil uji independen yang dijabarkan dalam bahan sumber.
Data yang disimpan dienkripsi sebelum dikodekan ke DNA. Dalam praktiknya, keamanan tidak hanya bergantung pada molekul penyimpanan: proses pengodean dan pemulihan data oleh pihak yang berwenang juga harus berjalan benar. Biomemory menyebut aspek itu sebagai bagian penting dari layanan yang ditawarkan.
Taruhannya konkret bagi organisasi. Jika arsip penting disimpan luring dan tidak bergantung pada satu penyedia cloud atau sistem yang terhubung, data tersebut berpotensi lebih sulit dijangkau melalui serangan jarak jauh.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.