PSG sempat memegang kendali, lalu membiarkan Manchester City kembali menekan. Dalam kemenangan 4-2 di Liga Champions itu, Luis Enrique memuji keberanian timnya pada babak pertama, tetapi geram karena mereka kehilangan kontrol setelah jeda.
Pelatih asal Spanyol tersebut menyampaikan kritiknya dua hari setelah pertandingan. Ia menilai PSG beruntung tidak membuang keunggulan besar saat menghadapi City, yang mendapat momentum dalam babak kedua yang berlangsung kacau.
“Kami beruntung dalam pertandingan ini,” kata Enrique, seperti dikutip Football365. Ia menegaskan, PSG harus tampil lebih konsisten jika ingin menang dalam laga tandang di level tertinggi Eropa.
PSG kehilangan kendali setelah unggul
PSG unggul tiga gol sebelum turun minum, tetapi situasi berubah setelah pertandingan dilanjutkan. City mampu memberi tekanan dan mencetak gol, membuat keunggulan tuan rumah tak lagi terasa aman. Skor akhir tetap 4-2 untuk PSG.
Enrique tidak ingin hasil positif menutupi penurunan konsentrasi timnya. Baginya, keunggulan bukan alasan untuk membiarkan lawan menguasai alur pertandingan. Tim harus mampu mengelola tempo dan meredam kebangkitan lawan, terutama ketika menghadapi klub dengan kualitas seperti City.
“Jika ingin memenangi pertandingan tandang di level ini, Anda harus tampil lebih konsisten sepanjang pertandingan,” ujar Enrique. “Jika tidak, mereka bisa bangkit dan mencetak lebih banyak gol daripada Anda.”
Kritik itu berpusat pada perbedaan mencolok antara dua babak. PSG tampil meyakinkan sebelum jeda, lalu kesulitan menjaga struktur permainan setelah City meningkatkan tekanan. Enrique mengakui ia tidak menyukai fase pertandingan yang lepas kendali.
“Babak kedua berlangsung kacau karena sangat berbeda dari babak pertama. Saya tidak suka babak kedua yang kacau, saya lebih suka bisa mengendalikan pertandingan,” katanya.
Keberanian PSG tetap mendapat pujian
Enrique tetap mengapresiasi cara para pemainnya mengambil risiko saat membangun serangan. Ia secara khusus menyoroti aksi yang menghasilkan gol pembuka PSG, ketika timnya merangkai permainan dari belakang meski mendapat tekanan kuat.
“Jika saya harus menyoroti satu hal dari pertandingan ini atau dari tiga tahun terakhir, itu adalah kemampuan para pemain untuk selalu tampil agresif dan berani, terutama saat bermain tandang,” ucap Enrique. Ia juga menegaskan timnya “tidak pernah merasa takut.”
Di situlah dua sisi penampilan PSG terlihat jelas. Keberanian dalam build-up membantu mereka menciptakan peluang dan membuka keunggulan, tetapi keberanian saja tidak cukup jika tim gagal menjaga kendali ketika lawan mulai menekan. Pesan Enrique bukan soal menghindari risiko, melainkan memilih momen yang tepat agar tekanan City tidak mengubah jalannya laga.
Bagi PSG, kemenangan ini penting untuk posisi mereka di Liga Champions, tetapi kritik pelatih memberi sinyal bahwa hasil akhir belum menutup pekerjaan rumah tim. Menjaga konsentrasi sepanjang laga akan menjadi ukuran berikutnya, terlebih ketika lawan mampu memanfaatkan perubahan momentum.
Posisi PSG dan agenda berikutnya
Kemenangan atas Manchester City membawa PSG ke puncak klasemen Liga Champions dengan enam poin dari dua pertandingan. Mereka kini mengalihkan perhatian ke Strasbourg dalam laga Ligue 1 berikutnya.
Di liga Prancis, tim asuhan Enrique berada di peringkat keenam setelah mengumpulkan 11 poin dari enam pertandingan. Perbedaan posisi itu membuat laga domestik mendatang menjadi kesempatan bagi PSG untuk menjaga laju, sambil memperbaiki masalah kendali yang disorot pelatihnya.
Enrique tidak meragukan keberanian pemainnya. Namun, setelah kemenangan 4-2 itu, ia menuntut sesuatu yang lebih sulit: mempertahankan konsistensi hingga peluit akhir.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.