LONDON — Gareth Southgate mengaku tak lagi tertarik melatih klub setelah meninggalkan tim nasional Inggris. Mantan manajer The Three Lions itu mengatakan sepak bola sudah tidak menjadi bagian penting dalam hidupnya, setelah bertahun-tahun menjadikan hasil pertandingan sebagai ukuran jati diri.
Southgate menyampaikan hal itu dalam siniar The Amol Rajan Connection, seperti dikutip The Athletic. Ia belum kembali melatih sejak mundur dari timnas Inggris dan mengaku kini jarang menonton pertandingan, termasuk tidak lagi rutin datang ke stadion.
Gareth Southgate kehilangan gairah melatih
“Harus saya katakan, saya tidak melihat skenario bahwa saya akan melakukan hal itu,” ujar Southgate saat ditanya tentang kemungkinan menangani klub.
Ia menjelaskan, pada bagian akhir masa jabatannya bersama Inggris, pekerjaan itu tak lagi memberinya kenikmatan seperti sebelumnya. Kemenangan sempat menjadi alasan yang membuatnya bertahan, tetapi rasa senang setelah tim menang pun hanya bertahan beberapa menit.
“Pada akhirnya, saya bahkan tak lagi bisa menikmati kemenangan lebih dari beberapa menit saja. Jadi, saya hampir tidak pernah menonton sepak bola lagi,” katanya.
Southgate memang masih menghadiri sejumlah laga setelah meninggalkan timnas. Ia datang ke final Liga Champions setahun setelah mundur, lalu menyaksikan Crystal Palace meraih trofi pertama mereka di final Piala FA 2025. Namun, setelah itu ia mengatakan tidak lagi menginjakkan kaki di stadion.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa Southgate tidak sekadar sedang menunggu tawaran pekerjaan berikutnya. Ia mengatakan keinginannya untuk terlibat dalam sepak bola telah berubah, sementara kehidupan di luar tekanan pertandingan memberinya pengalaman yang berbeda.
Dari Middlesbrough ke dua final Piala Eropa
Southgate menangani Inggris sejak 2016 hingga 2024. Dalam periode itu, ia membawa tim tersebut dua kali mencapai final Piala Eropa, tetapi Inggris kalah dari Italia dan Spanyol. Ia juga mengantar Harry Kane dan rekan-rekannya ke semifinal Piala Dunia 2018.
Catatan itu menempatkan masa kepemimpinannya sebagai periode panjang dengan capaian besar, sekaligus tekanan tinggi. Southgate mengatakan, selama puluhan tahun kehidupannya sangat terikat dengan hasil pertandingan pada hari Sabtu.
“Saya sangat menikmati 18 bulan terakhir dalam hidup saya. Selama 37 tahun, jati diri saya sangat bergantung pada apakah saya menang atau kalah di hari Sabtu. Dan sejujurnya, saya sangat senang bisa merasakan pengalaman-pengalaman yang berbeda,” ucapnya.
Pernyataan itu memberi gambaran tentang sisi lain karier manajer tim nasional: hasil pertandingan bukan hanya menentukan penilaian publik, tetapi juga dapat menyita ruang pribadi. Bagi penggemar Inggris, kabar ini berarti belum ada tanda Southgate akan kembali ke bangku pelatih dalam waktu dekat.
Ia belum menerima tawaran melatih sejak meninggalkan jabatannya, dan keterikatannya dengan sepak bola kini jauh berkurang.
Karier klub Southgate sendiri hanya berlangsung di Middlesbrough, yang ia latih pada 2006-2009. Sebelum memimpin tim senior Inggris, ia menangani tim nasional U-21 pada 2013-2016. Kini, setelah bertahun-tahun hidup mengikuti hasil setiap akhir pekan, ia memilih menikmati pengalaman di luar sepak bola.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.