JAKARTA — Rak AI AMD bernama Helion Agentic AI Rack dirancang menampung hingga 32.768 inti CPU Zen 6 dan menghasilkan kinerja komputasi FP4 sebesar 74 petaflops. Kapasitas ini menjanjikan daya komputasi untuk menjalankan berbagai agen kecerdasan buatan, tetapi juga berpotensi menuntut perubahan besar pada data center yang belum dirancang untuk konfigurasi sepadat itu.
AMD merancang sistem ini untuk kebutuhan asisten pribadi, aplikasi perusahaan, dan komputasi teknis. Rak tersebut dijadwalkan tersedia pada November 2026. Perusahaan belum mengungkap biaya lengkap untuk peningkatan fasilitas maupun kebutuhan pendinginannya.
Tantangannya bukan sekadar menyediakan ruang bagi server. Fasilitas perlu mendukung pasokan listrik, pendinginan, dan jaringan yang sesuai dengan gabungan prosesor berinti tinggi serta akselerator grafis. AMD menyebut rak ini mendukung bandwidth jaringan hingga 102 Tbps.
Rak AI AMD disiapkan untuk tiga jenis beban kerja
AMD membagi kebutuhan komputasi agen AI ke dalam tiga kelompok. Asisten pribadi membutuhkan server padat yang hemat energi. Aplikasi perusahaan memerlukan keseimbangan antara kapasitas agen dan kinerja, sedangkan komputasi teknis lebih mengutamakan kecepatan pemrosesan.
Karena karakter beban kerja berbeda, operator dapat menyesuaikan kepadatan inti CPU, kinerja pemrosesan, dan konsumsi daya. Konfigurasi hyperscale menggunakan infrastruktur yang hanya mengandalkan CPU. Versi perusahaan menggabungkan prosesor dan akselerator grafis dalam satu rak.
Untuk asisten pribadi, sistem memakai prosesor Venice 256 inti dengan daya 400W. Konfigurasi perusahaan menggunakan prosesor Venice 256 inti dengan daya 600W. Adapun komputasi teknis memakai prosesor Venice 96 inti berfrekuensi tinggi.
Rancangan ini memberi ruang untuk memilih sistem sesuai pekerjaan, tetapi menambah kerumitan saat fasilitas mengatur rak. Data center tidak bisa selalu mengandalkan susunan server seragam jika harus mengakomodasi mesin dengan jumlah inti, frekuensi, dan kebutuhan daya yang berbeda.
Jaringan dan pendinginan jadi pekerjaan rumah data center
Pada konfigurasi perusahaan, AMD memisahkan eksekusi agen, inferensi, dan komputasi umum ke dalam node server yang berbeda. Node sandbox CPU menangani eksekusi agen, akselerator Instinct MI350P mendukung inferensi, sementara server umum menampung basis data, penyimpanan, dan komputasi teknis.
Rak ini juga menyertakan router token terintegrasi untuk mengarahkan permintaan model agen ke model frontier maupun model sumber terbuka. Dukungan jaringan yang dapat diprogram dan ekosistem perangkat lunak sumber terbuka menjadi bagian dari rancangan platform.
AMD menyebut perangkat kerasnya memakai ORv3 44OU yang mengikuti spesifikasi Open Compute Project. Meski demikian, dukungan hingga 102 Tbps tidak otomatis membuat jaringan data center yang ada siap digunakan. Operator mungkin perlu menyediakan perangkat jaringan dan perangkat lunak yang kompatibel agar lalu lintas data dan permintaan model dapat diarahkan dengan baik.
Dampaknya terasa pada perencanaan operasional. Pengelola data center perlu menimbang ulang alokasi ruang rak, kapasitas listrik, dan pendinginan untuk tiap konfigurasi. Jika fasilitas lama tidak mampu memenuhi kebutuhan kombinasi server berinti tinggi dan sistem berfrekuensi tinggi, operator mungkin harus memodifikasi infrastrukturnya sebelum memasang rak.
AMD belum merinci berapa biaya penyesuaian tersebut atau kebutuhan pendinginan untuk konfigurasi lengkap. Ketidakpastian itu penting bagi perusahaan yang sedang menilai investasi komputasi AI: kapasitas puncak rak saja belum cukup untuk menentukan kesiapan penerapan. Ketersediaan Helion Agentic AI Rack dijadwalkan pada November 2026.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.