JAKARTA — IHSG anjlok 11,57% ke level 5.185,11 setelah MSCI membuka kemungkinan menurunkan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Tekanan jual sejak pembukaan perdagangan memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan trading halt, tetapi indeks tetap merosot hingga penutupan.
Pengumuman itu datang pada Oktober, lebih cepat dari perkiraan pemerintah dan otoritas pasar modal. Keputusan final MSCI dijadwalkan paling lambat 30 Juni 2027, setelah periode konsultasi berakhir pada 30 April 2027.
Bagi pasar, persoalannya bukan sekadar perubahan label. Reklasifikasi dapat memengaruhi cara investor global menempatkan dana pada saham Indonesia, sementara MSCI masih membekukan sejumlah perubahan indeks.
IHSG anjlok setelah pengumuman MSCI lebih cepat
MSCI menyebut kekhawatiran berkelanjutan soal aksesibilitas investasi dan tata kelola pasar sebagai dasar pertimbangannya. Pelaku pasar global juga menilai struktur kepemilikan saham Indonesia belum cukup transparan dan menyoroti dugaan aktivitas perdagangan terkoordinasi.
Pengumuman ini terasa mendadak bagi pemerintah. Sepekan sebelumnya, pejabat pemerintah, BEI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Danantara bertemu dengan pimpinan MSCI di Bangkok, Thailand. Menurut keterangan yang disampaikan pejabat Indonesia, isu perubahan status ke Standalone Market tidak dibahas dalam pertemuan itu.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui pengumuman tersebut datang lebih awal dari perkiraan. “Kan sebetulnya mereka menjanjikannya di bulan November, tapi ini di Oktober,” ujarnya saat ditemui di kantornya di Jakarta Pusat, Jumat kemarin.
Airlangga juga mempertanyakan mengapa kemungkinan perubahan klasifikasi tidak dibicarakan dalam pertemuan di Thailand. Ia menilai hal itu menjadi tanda tanya karena pertemuan tersebut melibatkan pimpinan MSCI.
“Kenapa sudah ketemu di Thailand kemarin nggak bicara masalah ini? Ini kan ada tanda tanya besar. Kemarin di Thailand kok nggak ngomong yang ini? Padahal yang kemarin itu seminggu juga belum,” kata Airlangga.
BEI minta penjelasan, reformasi pasar diuji
BEI juga mengaku terkejut. Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi mengatakan hasil peninjauan indeks MSCI seharusnya diumumkan pada 12 November. Dalam pertemuan di Bangkok, kata dia, pembahasan lebih banyak menyentuh kebijakan fiskal, moneter, dan reformasi BUMN. MSCI menanyakan efektivitas serta penegakan kebijakan, tetapi tidak memberi sinyal soal kemungkinan status Standalone Market.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.