Bologna sempat memberi perlawanan tajam pada babak pertama, terutama lewat Pobega yang mencetak gol dan kemudian membentur tiang. Namun, Inter lebih efektif setelah turun minum. Perbedaan utamanya terlihat pada pemanfaatan ruang di sisi lapangan dan ketepatan penyelesaian di depan gawang.
Perubahan skor ini punya dampak langsung pada persaingan papan atas. Inter mempertahankan keunggulan tiga poin atas Lazio, sehingga kemenangan di kandang menjaga mereka tetap memimpin setelah tujuh pertandingan. Bagi Bologna, kekalahan membuat tim itu tetap berada di peringkat ke-14 dengan lima poin; gol awal belum cukup untuk mengubah hasil akhir.
Susunan pemain Inter Milan dan Bologna
Inter menggunakan formasi 3-5-2 dengan Josep Martinez di bawah mistar. Lini belakang diisi Yann Aurel Bisseck, Manuel Akanji, dan Alessandro Bastoni. Luis Henrique, Nicolo Barella, Piotr Zielinski, Petar Sucic, serta Federico Dimarco mengisi sektor tengah, sementara Francesco Pio Esposito berduet dengan Thuram di depan.
Bologna turun dengan pola 3-4-3. Lukasz Skorupski menjadi penjaga gawang, dengan Matteo Darmian, Nicolo Casale, dan Arthur Theate di lini belakang. Nadir Zortea, Tommaso Pobega, Lewis Ferguson, dan Juan Miranda mengisi tengah; Federico Bernardeschi, Roberto Piccoli, serta Nicolo Cambiaghi menjadi trio penyerang.
Inter kini membawa 19 poin dari tujuh laga, sedangkan Bologna mengakhiri pertandingan dengan lima poin di klasemen sementara.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.