Minggu, 18 Oktober 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Japanese Walking Berpotensi Bakar Lebih Banyak Lemak dari Jalan Kaki Biasa, Begini Caranya

Japanese Walking Berpotensi Bakar Lebih Banyak Lemak dari Jalan Kaki Biasa
Japanese Walking Berpotensi Bakar Lebih Banyak Lemak dari Jalan Kaki Biasa

Patokan ini memberi gambaran praktis bagi orang yang ingin mencoba latihan interval tanpa mengandalkan perkiraan kecepatan semata. Namun, talk test dan jam pintar hanya menjadi cara memantau intensitas; keduanya tidak mengubah prinsip dasarnya, yaitu bergantian antara tempo cepat dan tempo biasa.

Manfaatnya bergantung pada intensitas dan kebiasaan

Menurut Profesor Kedokteran di Weill Cornell Medical College, Rekha B. Kumar, Japanese walking berpotensi membantu membakar lebih banyak kalori dan lemak daripada berjalan dengan kecepatan konstan. Hasilnya tetap bergantung pada intensitas dan frekuensi latihan.

Penjelasan serupa disampaikan Shawn G Antony, ahli bedah ortopedi dan kepala kedokteran olahraga, sebagaimana dikutip WebMD. Japanese walking mengeluarkan lebih banyak energi dibandingkan jalan kaki biasa. Jika dilakukan dari waktu ke waktu dan disertai pola makan sehat, aktivitas itu dapat berkontribusi pada penurunan berat badan.

Christina Brown, MS, CPT, pelatih nutrisi dan penurunan berat badan, juga menyebut metode ini dapat memberi manfaat bagi orang yang mengalami stagnasi penurunan berat badan. Keterangan tersebut bukan jaminan hasil yang sama bagi setiap orang: sumber menekankan bahwa dampaknya berkaitan dengan intensitas serta frekuensi latihan.

Menurut Dr Hiroshi Nore, salah satu profesor yang mengembangkan metode ini, Japanese walking dirancang agar jalan kaki memberi manfaat lebih besar bagi pembakaran lemak dan kesehatan kardiovaskular. Metode tersebut terutama dinilai dapat bermanfaat bagi orang dengan gaya hidup kurang aktif dan lansia.

Bagi masyarakat yang ingin meningkatkan aktivitas fisik tanpa langsung berlari, pergantian tempo menawarkan pilihan latihan yang lebih terstruktur daripada berjalan santai dengan kecepatan tetap. Efeknya tetap bergantung pada pelaksanaan yang konsisten dan beban yang sesuai, bukan pada nama metodenya saja.

Saat mencoba Japanese walking, mulailah dengan memahami perbedaan fase cepat dan fase biasa, lalu pantau respons tubuh melalui kemampuan berbicara atau denyut nadi. Intensitas cepat seharusnya terasa menantang, sementara tubuh kembali ke tempo lebih ringan pada fase berikutnya.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kalender Jawa Hari Ini 18 Oktober 2026: Weton, Pasaran, Neptu & Karakter Karir