Minggu, 18 Oktober 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Tidur dengan Anjing: Gerak Manusia Bisa Mengusik Tidurnya

Anjing beristirahat di sisi ranjang saat manusia tidur malam
Gerakan malam manusia dan anjing dapat saling berkaitan, menurut studi yang diterbitkan di PLOS One. (Ilustrasi: AI)

TORONTO — Tidur dengan anjing ternyata bisa membuat gerakan malam manusia dan hewan peliharaan saling berkaitan. Studi kecil yang dipimpin antropolog University of Toronto menemukan bahwa aktivitas manusia lebih sering mendahului gerakan anjing daripada sebaliknya, bahkan ketika keduanya tidak berbagi tempat tidur.

Penelitian yang diterbitkan di PLOS One itu mengamati 25 peserta di Kanada dengan pelacak gerak dan data survei. Para peneliti menganalisis 38 pasangan manusia-anjing untuk melihat apakah gerakan salah satu pihak pada malam hari diikuti gerakan pihak lain.

Temuannya memberi sudut pandang berbeda pada keluhan umum pemilik hewan: bukan hanya anjing yang mungkin mengganggu tidur manusia. Gerakan manusia juga dapat berkaitan dengan aktivitas anjing sepanjang malam.

Tidur dengan anjing melibatkan gerakan dua arah

Dari peserta penelitian, empat orang selalu tidur seranjang dengan anjing, 10 kadang-kadang melakukannya, dan 11 tidak pernah berbagi ranjang. Para peneliti menemukan pola aktivitas malam manusia dan anjing saling berkaitan, termasuk pada pasangan yang tidak tidur di ranjang yang sama.

Ketika salah satu bergerak pada malam hari, pihak lainnya cenderung ikut bergerak dalam beberapa menit berikutnya. Dari 22 pasangan manusia-anjing yang menunjukkan pola aktivitas terkait, aktivitas manusia lebih dahulu muncul pada 45 persen kasus. Aktivitas anjing tercatat lebih dahulu pada 18 persen pasangan.

Angka itu tidak membuktikan bahwa manusia selalu menjadi penyebab anjing terbangun. Namun, urutan gerakan menunjukkan bahwa aktivitas pemilik patut ikut diperhitungkan saat membahas gangguan tidur hewan yang tinggal serumah.

“Kita berbagi ruang dan rutinitas. Lebih sering daripada tidak, kita membentuk rutinitas untuk anjing kita, dan sebaliknya,” kata Lavania Nagendran, salah satu penulis utama penelitian. Ia menambahkan, temuan mereka menunjukkan manusia dan anjing sangat selaras, terutama pada malam hari.

Riset kecil ini belum menjawab siapa mengganggu siapa

Para peneliti mengingatkan bahwa hubungan antara gerakan manusia dan anjing tidak sederhana. Walau aktivitas manusia lebih sering mendahului aktivitas anjing dalam hasil penelitian, kedua pihak dapat memengaruhi pola malam satu sama lain.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kalender Jawa Hari Ini 18 Oktober 2026: Weton, Pasaran, Neptu & Karakter Karir