SUMATERA — Sebanyak 908 UMKM terdampak bencana di Sumatera Barat dan Sumatera Utara mendapat pendampingan usaha dari Kementerian UMKM. Program yang berlangsung pada 15 dan 16 Oktober 2026 ini mencakup akses pembiayaan, peningkatan kapasitas wirausaha, serta perluasan pasar.
Rinciannya, 638 UMKM berasal dari Sumatera Barat dan 270 UMKM dari Sumatera Utara. Kementerian UMKM menargetkan pendampingan ini membantu pelaku usaha memulihkan kegiatan bisnis sekaligus memperkuat ketahanan usaha setelah bencana.
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Damanik mengatakan program pemulihan dirancang secara terpadu. “Pemulihan UMKM terdampak bencana di Sumatera kami lakukan secara terintegrasi melalui penguatan kapasitas produksi, perluasan akses pasar, dan kemudahan akses pembiayaan,” ujar Riza dalam keterangannya, Sabtu, 17 Oktober.
Pendampingan 638 UMKM di Sumatera Barat
Program di Sumatera Barat dipusatkan di Bukittinggi pada Kamis, 15 Oktober, dengan melibatkan 638 UMKM. Sebanyak 219 peserta mengikuti program akses pembiayaan, 255 mengikuti peningkatan kapasitas wirausaha, dan 164 mendapat penguatan akses pasar.
Peserta berasal dari Kabupaten Agam sebanyak 304 UMKM, Pasaman 124 UMKM, Pasaman Barat 123 UMKM, serta Lima Puluh Kota 87 UMKM. Pembagian kegiatan itu memberi jalur pendampingan yang berbeda sesuai kebutuhan pelaku usaha, mulai dari keterampilan mengelola bisnis hingga akses ke pembeli.
Pelaku usaha juga mendapat pelatihan kewirausahaan dan strategi adaptasi serta digitalisasi. Kementerian UMKM turut memfasilitasi optimalisasi transaksi melalui Katalog Elektronik dan inkubasi bisnis.
Bagi usaha yang aktivitasnya terganggu bencana, pendampingan semacam ini berkaitan langsung dengan kemampuan untuk kembali berproduksi dan menjangkau pasar.
Akses pembiayaan dapat membantu menopang kegiatan usaha, sementara pelatihan dan fasilitasi pemasaran memberi bekal untuk menyesuaikan cara berjualan. Namun, bahan keterangan kementerian tidak merinci nilai pembiayaan atau target waktu pemulihan setiap usaha.
270 UMKM Sumatera Utara ikut program pemulihan
Di Sumatera Utara, kegiatan berlangsung pada Jumat, 16 Oktober, dan melibatkan 270 UMKM. Pesertanya terdiri atas 86 UMKM dari Kota Padangsidimpuan, 84 UMKM dari Kabupaten Mandailing Natal, serta 100 UMKM dari Kabupaten Tapanuli Selatan.
Untuk menjaga akses pendampingan setelah kegiatan, Kementerian UMKM mengoptimalkan layanan SAPA UMKM sebagai pusat informasi dan fasilitasi pengembangan bisnis. Riza menyebut layanan itu sebagai pintu akses bagi wirausaha.
“Program pemulihan ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan daya saing UMKM sekaligus membangun ketahanan usaha. Kami mengoptimalkan layanan SAPA UMKM sebagai pintu akses utama bagi wirausaha,” kata Riza.
Kementerian UMKM menargetkan peserta dapat kembali memicu produksi, memperluas jaringan pemasaran, dan mengakses pembiayaan formal untuk menopang perekonomian daerah. Total penerima pendampingan di dua provinsi itu mencapai 908 UMKM.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.