Senin, 19 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

PhoneBot, Robot Murah yang Melacak Orang dengan Kamera Ponsel

PhoneBot, Robot Murah yang Melacak Orang dengan Kamera Ponsel
PhoneBot, Robot Murah yang Melacak Orang dengan Kamera Ponsel

LOS ANGELES — PhoneBot memakai ponsel Android sebagai otak komputasi sekaligus mata untuk mengenali dan mengikuti orang. Robot humanoid mungil yang dikembangkan peneliti University of California, Los Angeles (UCLA), ini dapat mengarahkan kameranya ke seseorang tanpa harus memutar seluruh tubuh.

Platform terbuka PhoneBot memiliki perangkat keras robot seharga sekitar $400, belum termasuk ponsel. Peneliti mengujinya dengan empat ponsel Android, termasuk Honor 9 yang dirilis pada 2017 dan tiga perangkat murah dengan harga sekitar $50 hingga $80.

PhoneBot mengandalkan kamera dan sensor ponsel

Alih-alih memasang kamera khusus, sensor gerak, dan komputer mahal, PhoneBot memanfaatkan perangkat yang sudah tersedia di dalam smartphone. Kamera mendeteksi orang dan membantu robot memperkirakan pose, sedangkan unit pengukur inersia bawaan ponsel menyediakan informasi gerak untuk menjaga keseimbangan dan menjalankan pola berjalan yang telah dipelajari.

Ponsel mengirim perintah secara nirkabel melalui Wi-Fi. Komputer terpisah di dalam robot menerima perintah itu, lalu menerjemahkannya menjadi gerakan pada motor. Aplikasi menjalankan kebijakan gerak menggunakan TensorFlow Lite.

PhoneBot memiliki tinggi 483 mm dan berat 1,8 kg. Sebanyak 13 motor servo mengendalikan kaki dan torso yang dapat berputar. Setiap kaki memiliki enam sendi aktif pada pinggul, lutut, dan pergelangan kaki, sementara satu sendi lain memutar torso beserta ponsel yang terpasang.

Susunan itu membuat kamera bisa menghadap orang tanpa kaki robot ikut berputar. Bagi interaksi berbasis penglihatan, gerakan kecil tersebut punya arti praktis: robot dapat mempertahankan arah tubuhnya sambil mengubah pandangan mengikuti orang di sekitarnya.

Pelatihan membuat langkah lebih simetris

Tim melatih pengendali berjalan PhoneBot melalui pembelajaran penguatan dalam simulasi. Sistem mendapat nilai untuk gerakan yang diinginkan, lalu penalti ketika posturnya tidak stabil atau motor menerima beban berlebihan.

Namun, percobaan awal menghasilkan pola berjalan yang timpang. Robot terlalu mengandalkan satu kaki. Peneliti kemudian memasukkan sampel latihan yang dicerminkan, sehingga sistem mempelajari gerakan kiri dan kanan sebagai pasangan. Cara itu memperbaiki kesimetrisan langkah tanpa menambah langkah simulasi fisika.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 19 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis