Senin, 19 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Wall Street Berguguran, Dow Jones Anjlok 2,14% Tertekan Saham Teknologi dan AI

Wall Street berguguran saat saham teknologi dan AI tertekan
Pelemahan saham teknologi dan AI menekan Nasdaq dan S&P 500 di Wall Street. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Pelemahan saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI) mengguncang Wall Street pada Jumat (16/10), ketika investor mengurangi kepemilikan di sektor tersebut. Namun, angka pada judul perlu diluruskan: Dow Jones turun 0,34%, sedangkan penurunan 2,14% terjadi pada Nasdaq Composite.

Nasdaq ditutup di 26.140,03, sementara S&P 500 melemah 1,09% ke 7.659,44. Dow Jones Industrial Average terkoreksi 175,28 poin dan berakhir di level 52.002,41. Nasdaq dan S&P 500 sama-sama ditutup di bawah rata-rata pergerakan 50 hari.

Wall Street berguguran saat investor menjauhi saham AI

Pergerakan indeks menunjukkan tekanan terbesar berada pada saham teknologi. Sepanjang pekan, Nasdaq merosot lebih dari 4%, penurunan mingguan terdalam sejak Juni. S&P 500 turun sekitar 2%, sedangkan Dow Jones justru menguat 0,7% dalam sepekan.

Perbedaan itu memberi gambaran bahwa aksi jual tidak merata. Investor menarik dana dari sejumlah saham teknologi dan perusahaan terkait AI, sementara indeks Dow Jones mencatat kenaikan mingguan. Pelemahan Nasdaq dan S&P 500 juga membawa keduanya ke bawah tolok ukur pergerakan harga 50 hari yang disebut dalam laporan.

Kekhawatiran investor berpusat pada biaya pembangunan infrastruktur AI dan cara perusahaan membiayainya. Bisnis komputasi awan membutuhkan investasi besar, sementara pasar mulai menguji apakah prospek pendapatan perusahaan mampu menopang belanja dan utang yang meningkat. Pertanyaan itu ikut menekan saham penyedia layanan komputasi awan generasi baru.

Utang perusahaan AI ikut menjadi perhatian

Saham CoreWeave anjlok hampir 12% pada Jumat dan kehilangan 25% sepanjang pekan. Total utangnya telah meningkat menjadi lebih dari US$ 51 miliar. Angka tersebut membuat kekhawatiran terhadap pembiayaan infrastruktur AI terasa lebih konkret bagi investor.

“Pertanyaannya adalah, apakah ini masalah sistemik?” kata Michael Rosen, kepala investasi Angeles, seperti dikutip CNBC pada Senin (19/10). Rosen menilai penerbitan utang perlu terus dicermati, terutama jika nilainya terus naik hingga berlebihan. Namun, menurutnya, kondisi pasar saat ini masih jauh dari situasi tersebut.

Bagi industri, tekanan ini dapat membuat perusahaan teknologi menghadapi penilaian investor yang lebih ketat terhadap kebutuhan modal dan rencana ekspansi. Bagi pemegang saham, perubahan sentimen menunjukkan bahwa narasi pertumbuhan AI saja tidak selalu cukup: besarnya utang dan kemampuan menghasilkan pendapatan ikut menentukan seberapa besar risiko yang bersedia ditanggung pasar.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair