JAKARTA — Tengku Zanzabella menceritakan pertemuan pertamanya dengan Thayaka Putra Onsu, anak angkat baru Ruben Onsu, dalam unggahan di Instagram pribadinya. Ia menyebut Ruben langsung meminta Thayaka menyalaminya saat mereka bertemu.
Menurut Zanzabella, Thayaka kemudian terlihat akrab dan berbicara dengan bahasa bayi. Cerita itu memberi gambaran kecil tentang cara Ruben membimbing anak yang baru diangkatnya tersebut.
Zanzabella ceritakan pertemuan dengan Thayaka
Dalam unggahannya, Zanzabella mengingat momen awal bertemu Thayaka. “Pertama gw ketemu tayaka, ko @ruben_onsu langsung suruh salim ke gw … dan dia dengan akrabnya nyengir sambil ngobrol bahasa bayi,” tulisnya, dikutip Senin (19/10/2026).
Ia juga menyebut Thayaka bermain sendiri dan tidak merepotkan. Zanzabella lantas menyampaikan pembelaan terhadap Ruben dan keluarganya dari framing yang menurutnya tidak tepat.
“Dia main sndiri, gak ngerepotin .. terlutuklah org yg memframing kalian,” ucap Zanzabella dalam unggahan tersebut.
Ungkapan itu menjadi sorotan karena datang dari seseorang yang mengaku telah bertemu langsung dengan Thayaka. Namun, cerita Zanzabella hanya menggambarkan pengalamannya saat itu; ia tidak merinci lebih jauh soal keseharian anak tersebut maupun proses pengasuhannya.
Keputusan Ruben berawal dari pengalaman umrah
Ruben Onsu diketahui mengadopsi Thayaka Putra Onsu melalui yayasan milik Melanie Subono. Keputusan itu, menurut penuturan Ruben, muncul setelah ia mengalami momen spiritual saat menjalankan ibadah umrah.
Ruben mengatakan ia mengikuti pengajian di Masjid Nabawi. Materi kajian membahas doa anak untuk orangtua yang telah meninggal dunia, lalu membuatnya memikirkan siapa yang akan mendoakannya kelak.
“Saya mengikuti kajian di pintu 19 di Nabawi, di mana tema kajiannya itu adalah tentang eh kalau kita sudah meninggal, nanti yang mendoakan adalah anak-anak kita sendiri,” kata Ruben di kanal YouTube-nya.
Ia juga mengungkapkan bahwa anak-anaknya memiliki keyakinan berbeda. “Sementara saya sadar betul, anak-anak saya kan memang memiliki keyakinan yang berbeda gitu,” lanjutnya.
Setelah pulang dari umrah, Ruben mendatangi yayasan milik Melanie Subono dan bertemu bayi yang kemudian diangkatnya. Sebelum datang langsung, ia lebih dulu melakukan panggilan video dengan bayi tersebut.
Ruben mengatakan ia memanggil bayi itu dengan sebutan “Baby” dan melihat respons pada matanya. “Dari situ loh saya langsung,” ujarnya saat menceritakan momen yang membuatnya mantap.
Pengalaman langsung memberi konteks pada kabar adopsi
Kisah Zanzabella menambahkan sudut pandang dari pertemuan langsung, sementara Ruben menjelaskan alasan pribadi di balik keputusannya. Keduanya membantu publik memahami kabar adopsi ini melalui pengalaman dan pernyataan masing-masing, tanpa mengubah cerita singkat itu menjadi gambaran lengkap tentang kehidupan keluarga mereka.
Bagi keluarga yang menjalani proses adopsi, perhatian publik dapat ikut membentuk cara sebuah cerita dipahami. Karena itu, keterangan yang jelas dan bersumber penting agar pembicaraan tentang anak tidak lepas dari konteks, apalagi ketika yang beredar hanya potongan unggahan atau narasi pihak lain.
Unggahan Zanzabella berfokus pada sikap Thayaka saat bertemu dengannya dan permintaan Ruben agar anak itu menyalami tamu. Sementara alasan Ruben mengadopsi Thayaka berangkat dari renungan yang ia ceritakan setelah mengikuti kajian di Masjid Nabawi.
Belum ada keterangan tambahan dalam bahan sumber mengenai perkembangan proses adopsi atau kegiatan keluarga Ruben bersama Thayaka berikutnya. Perhatian kini tertuju pada pernyataan lanjutan dari Ruben maupun Zanzabella mengenai pengalaman mereka bersama anak tersebut.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.