Selasa, 20 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

IHSG Bakal Lebih Wajar Usai Saham HSC Dikeluarkan? Ini Kata Analis

IHSG Bakal Lebih Wajar Usai Saham HSC Dikeluarkan? Ini Kata Analis
Saham kategori HSC akan dikeluarkan dari perhitungan IHSG, tetapi tetap dapat diperdagangkan di bursa

BEI juga menyiapkan perubahan keterbukaan data

Pemberitaan Katadata dan CNBC Indonesia memuat konteks reformasi lain yang diumumkan BEI. Bursa berencana menambahkan penanda apakah pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1% terafiliasi atau tidak terafiliasi. Inisiatif itu berbeda dari pengeluaran saham HSC, tetapi keduanya diarahkan pada transparansi informasi dan integritas pasar.

Jeffrey menyampaikan bahwa saham HSC sebelumnya juga telah dikeluarkan dari sejumlah indeks unggulan BEI, yakni IDX30, LQ45, dan IDX80. Untuk IHSG, dampak kebijakan berpotensi lebih terasa karena bobot saham HSC di indeks mencapai sekitar 18 persen.

Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana sepakat bahwa keputusan BEI tepat sebagai langkah awal, tetapi ia mengingatkan bahwa pembaruan hitungan indeks belum menyentuh persoalan mendasar. Menurutnya, konsentrasi kepemilikan dan dugaan perdagangan terkoordinasi memerlukan penegakan hukum serta ketentuan free float yang lebih ketat.

“Perubahan ini hanya memutus penularannya ke papan skor IHSG. Penyakitnya sendiri, yakni kepemilikan yang terkonsentrasi dan dugaan perdagangan terkoordinasi, baru terobati bila ditopang penegakan hukum yang tegas dan aturan free float yang lebih ketat,” ujar Hendra.

Hendra juga mengingatkan risiko perbaikan yang hanya tampak pada grafik indeks, sementara persoalan di pasar tidak berubah. Bagi pelaku pasar, ukuran keberhasilan kebijakan karena itu bukan sekadar IHSG yang terlihat lebih wajar, melainkan apakah keterbukaan kepemilikan, likuiditas saham publik, dan pengawasan ikut membaik.

Reformasi pasar jadi perhatian MSCI

Nafan menilai reformasi yang konsisten dapat menjadi sinyal positif bagi MSCI terkait keseriusan otoritas pasar modal. Namun, keputusan mengenai status Indonesia sebagai emerging market tetap berada di tangan penyedia indeks tersebut. Kebijakan HSC dapat menjadi salah satu bagian dari upaya perbaikan, bukan jaminan hasil tertentu.

Ia memperkirakan perubahan metodologi indeks juga dapat memicu volatilitas jangka pendek. Investor perlu menyesuaikan ekspektasi dan strategi ketika saham-saham dengan bobot besar tidak lagi memengaruhi IHSG, sementara sahamnya sendiri masih diperdagangkan.

BEI belum menetapkan tanggal mulai berlakunya perubahan. Kepastian jadwal itu akan menentukan kapan 80 saham HSC, yang berdasarkan data BEI hingga 13 Oktober 2026 menyumbang sekitar 18 persen dari IHSG, berhenti memengaruhi perhitungan indeks.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair