Rabu, 21 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Wikipedia Perketat Naskah AI, 15 Persen Artikel Masih Terjaring

Wikipedia Perketat Naskah AI, 15 Persen Artikel Masih Terjaring
Wikipedia Perketat Naskah AI, 15 Persen Artikel Masih Terjaring

JAKARTA — Naskah AI Wikipedia masih terdeteksi pada 15 atau 16 persen artikel dan draf baru pada awal 2026, menurut perkiraan Ellia Lebleu, anggota pendiri WikiProject AI Cleanup. Angka itu turun dari sekitar 20 persen pada akhir 2025, tetapi belum jelas apakah penyebabnya aturan baru atau kemampuan model AI yang berubah.

Dalam wawancara dengan IEEE Spectrum, Lebleu menjelaskan bahwa relawan WikiProject AI Cleanup mencari materi buatan AI yang melanggar pedoman Wikipedia. Mereka kini menghadapi tantangan yang lebih rumit: tanda-tanda tulisan mesin makin sulit dikenali, sementara rujukan yang tampak sah pun dapat keliru mendukung klaim.

Naskah AI Wikipedia makin sulit dikenali

Lebleu mengatakan ia mulai melihat pola yang mencurigakan sekitar Desember 2023. Sejumlah editor menemukan artikel dengan ungkapan berulang, seperti “stands as a testament” dan “rich cultural heritage”. Struktur berupa bagian kesimpulan atau subbagian “Why is this important?” juga terasa janggal bagi artikel Wikipedia.

Pola semacam itu mudah dikenali pada masa awal kemunculan ChatGPT. Namun, menurut Lebleu, pada 2025 petunjuknya menjadi lebih samar dan cenderung muncul dalam struktur tulisan. Relawan memperhatikan penggunaan pola “aturan tiga” dan susunan paralel negatif. Satu ciri saja belum cukup untuk membuktikan sebuah teks dibuat AI; dugaan menguat ketika beberapa petunjuk berkumpul.

Perilaku penyunting juga ikut diperiksa. Lebleu mencontohkan seseorang yang menerbitkan lima artikel, masing-masing ribuan kata, hanya dalam lima menit. Kecepatan itu menjadi alasan untuk menyelidiki lebih lanjut, bukan bukti tunggal bahwa seluruh teks pasti dibuat mesin.

Perbedaan ini penting bagi ensiklopedia yang disusun banyak sukarelawan. Alat pendeteksi dapat membantu memilah kiriman yang perlu diperiksa, tetapi keputusan tetap perlu bertumpu pada peninjauan isi dan sumbernya. Jika penilaian hanya mengandalkan pola kalimat, tulisan manusia yang kebetulan memiliki struktur serupa juga berisiko dicurigai.

Rujukan palsu bukan satu-satunya masalah

Ancaman lain muncul pada sitasi. Lebleu mengatakan AI kadang mengarang rujukan, meski kasus seperti itu kini lebih jarang karena sebagian sistem dapat mencari sumber. Masalah yang lebih umum terjadi ketika model menemukan sumber nyata, tetapi salah memahami isinya.

Akibatnya, sebuah artikel bisa mencantumkan referensi yang benar-benar ada, namun sumber itu tidak mendukung klaim yang ditulis. Bagi pembaca, tampilan sitasi yang meyakinkan belum cukup untuk memastikan informasi akurat. Editor perlu membuka rujukan dan mencocokkan isi sumber dengan pernyataan dalam artikel.

Lebleu bekerja sama dengan perusahaan pendeteksi AI Pangram untuk memperkirakan porsi konten buatan mesin. Ia menguji alat itu pada materi Wikipedia yang terbit sebelum ChatGPT dan tidak menemukan hasil positif palsu dalam pengujian tersebut. Karena itu, ia menyebut hasilnya sebagai batas bawah yang sangat konservatif, bukan hitungan pasti seluruh konten AI.

Alat tersebut menandai sekitar 20 persen artikel dan draf baru pada akhir 2025. Pada awal 2026, proporsinya turun menjadi 15 atau 16 persen. Lebleu menegaskan belum diketahui apakah penurunan itu terjadi karena kebijakan Wikipedia mulai efektif atau karena model AI makin canggih sehingga lebih sulit dikenali alat pendeteksi.

Wikipedia menguji alat bantu, bukan menyerahkan penilaian

Relawan proyek juga membuat pemeriksa sumber berbasis AI. Alat itu menelusuri referensi di sebuah halaman dan memeriksa apakah sumbernya sesuai dengan klaim. Lebleu mengingatkan bahwa sistem tersebut juga memakai model AI, sehingga hasilnya tidak selalu benar. Meski begitu, ia menilai alat itu dapat menjadi langkah awal untuk menyaring kasus yang jelas dalam skala besar.

Wikimedia Foundation sedang mengembangkan Paste Check, fitur yang dapat menandai teks yang ditempel langsung dari sejumlah chatbot AI. Sementara itu, Lebleu menyebut ada chatbot Claude yang terkadang menolak menulis artikel Wikipedia karena tindakan itu bertentangan dengan kebijakan platform.

Penolakan semacam itu, menurutnya, dapat membantu pengguna model komersial yang belum memahami teknologi maupun aturan Wikipedia. Namun, pendekatan tersebut tidak akan menghapus seluruh risiko karena model terbuka masih dapat diubah agar menghindari pembatasan.

Wikipedia telah melarang editor memakai model bahasa besar untuk menghasilkan artikel di Wikipedia berbahasa Inggris. Lebleu mengatakan dampak aturan itu belum bisa dipastikan. Relawan melihat kemungkinan pengaruh dari penolakan chatbot dan penurunan angka deteksi, tetapi belum dapat memisahkan dampak kebijakan dari perubahan kemampuan model.

Mayoritas konten AI yang dikirimkan, kata Lebleu, berasal dari editor pemula. Karena itu, proyek berupaya membuat larangan tersebut mudah terlihat melalui pesan sambutan, panduan penyuntingan, dan saran bagi pengguna baru. Penegasan aturan menjadi bagian dari upaya pencegahan, sementara pemeriksaan sumber tetap dibutuhkan untuk menilai isi yang sudah terbit.

Lebleu merupakan peneliti doktoral bidang AI di Inria Center of the University of Rennes, bagian dari lembaga riset nasional Prancis untuk sains dan teknologi digital. Ia turut mendirikan WikiProject AI Cleanup pada 2023. Perdebatan berikutnya, menurutnya, menyangkut kemungkinan AI menghasilkan artikel Wikipedia yang benar-benar dapat diandalkan—pertanyaan yang masih dihadapi para editor.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 21 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis