Kamis, 22 Oktober 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Asian Para Games: Swati Chaudhary bags silver in women’s W1 archery

Asian Para Games panahan W1 putri dalam perebutan medali perak
Suasana arena panahan kursi roda yang menggambarkan final nomor individu W1 putri Asian Para Games. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Swati Chaudhary meraih medali perak nomor panahan individu W1 putri di Asian Para Games setelah kalah 4-6 dari pemanah China, Cen Mengkan, pada final Kamis. Swati sempat unggul 4-2, tetapi Cen membalikkan keadaan lewat dua set terakhir.

Final berlangsung ketat pada tiga set awal. Swati membuka pertandingan dengan kemenangan 25-17, lalu Cen menyamakan skor sebelum pemanah India itu kembali unggul. Cen kemudian tampil sangat kuat di set keempat dan menjaga keunggulan hingga penentuan medali emas.

Swati sempat unggul lebih dulu di final

Swati, yang menjadi unggulan teratas, memulai laga dengan baik. Ia memenangi set pertama 25-17 setelah Cen gagal mengenai sasaran dengan salah satu anak panahnya. Kemenangan itu membawa Swati memimpin 2-0 dalam sistem skor pertandingan.

Cen bangkit pada set kedua ketika Swati kesulitan menjaga konsistensi nilai. Pemanah China itu merebut set dengan skor 22-21 dan membuat kedudukan menjadi 2-2.

Swati kembali mengambil kendali pada set ketiga. Cen membukukan nilai delapan, tujuh, dan enam dari tiga anak panahnya, sementara Swati meraih kemenangan set dengan skor 22-21. Hasil tersebut membuat Swati unggul 4-2 dan hanya berjarak satu set dari emas.

Namun, keunggulan itu belum cukup untuk mengunci kemenangan. Dalam format pertandingan ini, setiap set menentukan poin pertandingan, sehingga lawan masih memiliki peluang membalikkan kedudukan selama pertandingan belum berakhir.

Panahan W1 ditentukan dua set penutup

Cen tampil tajam pada set keempat. Ia mencetak tiga nilai 10, termasuk satu tembakan sempurna, dan mengumpulkan 30 poin. Swati mencatat 20 poin. Cen merebut set tersebut dan menyamakan skor pertandingan menjadi 4-4.

Medali emas lalu ditentukan pada set terakhir. Cen tetap tenang dan mengumpulkan 28 poin, sedangkan Swati memperoleh 21. Kemenangan set itu memastikan Cen menutup final dengan skor pertandingan 6-4, sementara Swati membawa pulang perak.

Skor per set dalam laporan pertandingan tercatat 25-17, 21-22, 22-21, 20-30, dan 21-28. Angka tersebut menunjukkan bagaimana momentum berubah: Swati unggul pada set pembuka dan ketiga, tetapi Cen menguasai dua set terakhir, termasuk saat medali emas diperebutkan.

Bagi Swati, hasil ini menambah capaian internasional setelah ia meraih perunggu pada World Archery Para Series di Ahmedabad bulan sebelumnya. Perak Asian Para Games memberi bukti bahwa ia mampu mencapai final dan bersaing untuk gelar, meski kemenangan akhirnya lepas pada penentuan terakhir.

Arti kategori W1 dalam kompetisi

Kategori W1 diperuntukkan bagi pemanah dengan gangguan fungsi yang signifikan pada kedua lengan dan kaki. Para atlet bertanding menggunakan kursi roda. Karena itu, kompetisi ini berlangsung dengan klasifikasi khusus yang memperhitungkan kondisi fisik peserta.

Hasil final tersebut juga memperlihatkan betapa tipisnya jarak antara keunggulan sementara dan medali emas dalam pertandingan berformat set. Setelah Swati unggul 4-2, satu set bernilai besar bagi kedua atlet: Cen perlu menyamakan skor, lalu mempertahankan ketenangannya pada set penentuan. Ia melakukannya dengan raihan 30 poin pada set keempat dan 28 poin pada set terakhir.

Untuk pembaca Indonesia, persaingan ini memberi gambaran tentang cabang para-panahan di ajang Asia: klasifikasi atlet dan format pertandingan sama-sama penting untuk memahami jalannya laga. Perak Swati bukan sekadar hasil akhir, melainkan capaian setelah ia membangun keunggulan dan bertahan dalam duel yang berubah arah pada dua set penutup.

Cen Mengkan merebut emas dengan kemenangan 6-4, sedangkan Swati Chaudhary mengakhiri final sebagai peraih perak.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda