”Saat tertinggal 6-11 di gim ketiga, pelatih mengingatkan untuk lebih fokus ke diri sendiri, tidak usah berpikir yang lain dulu. Dari sana saya coba mengejar, masih agak mengambang pikirannya. Setelah skor 18-18, saya berpikir sayang juga kalau sampai kalah. Jadi, saya mencoba menguatkan pikiran,” tutur Putri.
Perancis Terbuka menguji unggulan sejak awal
Kemenangan dan kekalahan di babak awal tak hanya ditentukan peringkat. Kondisi lapangan dan karakter lawan ikut memengaruhi jalannya laga. Perbedaan itu terasa bagi Fajar/Fikri, yang tersingkir hanya berselang tiga hari setelah menjuarai Denmark Terbuka.
Pasangan unggulan ketiga tersebut kalah 24-26, 13-21 dari Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi-Lin. Fajar menilai timnya perlu mengevaluasi cara menghadapi turnamen beruntun, terutama ketika kondisi permainan berubah dari satu tempat ke tempat lain.
”Ini menjadi evaluasi kami ke depan bagaimana menyiasati back to back turnamen dengan kondisi berbeda di lapangan. Di Denmark, bolanya kencang, tetapi di sini agak lambat. Permainan kami kurang baik hari ini,” komentar Fajar.
Dampaknya terasa langsung bagi persaingan Indonesia di ganda putra: juara Denmark Terbuka itu tidak melanjutkan langkah di Paris. Kekalahan mereka juga terjadi pada hari ketika sejumlah unggulan lain tersingkir, sehingga jalur pertandingan babak berikutnya berubah tanpa harus menunggu fase akhir.
Liang Wei Keng/Wang Chang dari China, unggulan kedua, kalah dari Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh asal Taiwan dengan skor 16-21, 15-21. Unggulan ketujuh Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, juga tersingkir setelah dikalahkan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Di tunggal putra, empat unggulan yang tersingkir adalah Kunlavut Vitidsarn dari Thailand, Anders Antonsen dari Denmark, Jonatan Christie dari Indonesia, dan Victor Lai dari Kanada. Jonatan kalah dari rekan senegaranya, Mohammad Zaki Ubaidillah, yang akan menghadapi Koki Watanabe pada babak kedua.
Delapan wakil Indonesia ke babak kedua
Hasil babak pertama membuat perhatian Indonesia beralih ke pertandingan berikutnya. Alwi dan Putri masih bertahan, bersama Raymond/Nikolaus, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, serta Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum.
Indonesia memiliki delapan wakil pada persaingan babak kedua yang berlangsung Kamis. Bagi Alwi dan Putri, kemenangan dalam laga ketat membuka kesempatan melanjutkan turnamen, tetapi mereka harus segera menata kondisi dan mental untuk menghadapi lawan berikutnya. Putri dijadwalkan melawan Neslihan Arin dari Turki.
Fajar, sementara itu, membawa evaluasi tentang perubahan kondisi lapangan dan padatnya rangkaian turnamen. Catatannya terang: di Denmark bola terasa kencang, sedangkan di Perancis Terbuka permainan terasa lebih lambat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.