SURABAYA — Carissa Perusset harus menjaga wajah tetap serius saat syuting film komedi aksi GJLS: Berapi-Api, meski lawan mainnya melontarkan adegan-adegan kocak. Tantangan itu berpadu dengan perannya sebagai komandan pemadam kebakaran yang tegas dalam film produksi Amadeus Sinemagna tersebut.
Film ini menggelar special screening di Royal XXI Surabaya pada Sabtu (24/10). Tim produksi membawa film itu ke sejumlah kota untuk menjangkau penonton di luar komunitas penggemar GJLS. Setelah Surabaya, mereka dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Malang untuk gala premiere.
Di layar, Carissa memerankan Komandan Bondan, pemimpin Regu Algojo Api. Tokohnya bertanggung jawab mengawasi prosedur operasional dan melatih trio GJLS yang dimainkan Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir. Sikap disiplin Bondan memberi kontras dengan kekacauan komedi yang dibawa para anggota baru.
Carissa Perusset dan tantangan menjaga karakter
Informasi mengenai tantangan Carissa menahan tawa tercermin dari sudut pemberitaan yang mengangkat pengalaman syutingnya. Peran Bondan menuntutnya tampil tegas, sementara suasana komedi film bertumpu pada interaksi para pemain. Kontras itu menjadi tantangan akting yang khas: menjaga karakter tetap meyakinkan tanpa menghilangkan kelucuan adegan.
Film ini juga menempatkan tokoh perempuan sebagai bagian penting dari regu pemadam. Selain Carissa, Aurra Kharisma memerankan instruktur fisik, sedangkan Indira Ayu Maharani atau Inayma berperan sebagai personel yang piawai menggunakan alat berat dan menyusun strategi evakuasi. Ketiganya hadir dalam unit yang digambarkan tangguh dan disiplin.
Dari lima personel Regu Algojo Api, tiga merupakan perempuan. Mereka bukan hanya mendampingi tokoh utama, tetapi juga memimpin, memberi instruksi, dan mengambil keputusan saat menghadapi situasi darurat. Peran tersebut mengubah dinamika cerita sekaligus menyediakan ruang komedi ketika trio GJLS berusaha menyesuaikan diri dengan aturan regu.
GJLS: Berapi-Api ingin menjangkau penonton baru
Co-producer Fiqi Wandiya Septa Pratama mengatakan film ini melanjutkan GJLS: Ibuku Ibu-Ibu, tetapi tim ingin memperluas sasaran penontonnya. Film terdahulu, menurut dia, lebih mudah dinikmati orang yang sudah mengenal grup GJLS. Kali ini, pembuat film berharap komedi Rigen, Rispo, dan kawan-kawan tetap dapat dipahami oleh penonton umum.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.